Ingkar Janji Sewa Perangkat Power Saver PT MKN Menggugat PT Kahatex

by -168 views

Jatinangorku.com – PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) menggugat PT Kahatex yang beralamat di Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang ke Pengadilan Negeri (PN) Sumedang. Gugatan dilayangkan MKN karena Kahatex diduga ingkar janji (wanprestrasi) pada kesepakatan sewa-menyewa perangkat power saver pada 5 Maret 2009.

Kuasa hukum PT MKN, Slamet Yuwono, S.H., M.H. mengatakan, PT Kahatex telah terbukti melakukan wanprestasi dan harus membayar ganti rugi sebesar Rp 9.140.490.607 kepada PT MKN. Hal tersebut, kata Slamet, sesuai putusan PN Sumedang nomor 16/ PDT.G/ 2011/PN.SMD yang diperkuat oleh putusan Pengadilan Tinggi Bandung dan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).

“Putusan MA nomor 2585 K/ pdt/2013 itu berkekuatan hukum tetap atau inkracht van gewijsde. Sudah jelas,” kata Slamet kepada wartawan, seusai peletakan sita eksekusi di PT Kahatex oleh juru sita PN dan BPN Sumedang, Senin (15/9) di PT Kahatex.

Menurutnya, sesuai kesepakatan pada Agustus 2009, PT MKN telah memenuhi kewajibannya untuk memasang produk penghemat energi (power saver) di PT Kahatex sebanyak 184 panel.

Diakui Slamet, memang ada beberapa komponen yang rusak pada salah satu panel power saver akibat kebocoran kapasitor, tetapi telah diperbaiki. Sedangkan 183 panel lagi kondisinya baik dan masih dimanfaatkan.

“Anehnya, PT Kahatex tak mau memakai panel yang telah diperbaiki dan 183 panel lainnya. Pernyataan PT Kahatex tidak akan kembali memakai power saver milik PT MKN itu, tentu saja menjadi alasan kami menyebut PT Kahatex wanprestasi,” katanya.

Slamet mengatakan, pemanfaatan power saver yang dipasang PT MKN berlangsung selama tiga bulan sejak September hingga November 2009.

Tim dari Kantor Hukum O.C. Kaligis itu mengatakan, sebelumnya, pihak PT MKN telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut dengan memberikan surat beberapa alternatif solusi. Akan tetapi, tidak diindahkan PT Kahatex. Bahkan, katanya, PT Kahatex mengatakan tidak akan lagi menggunakan power saver milik PT MKN.

Akhirnya, PT MKN mengajukan permohonan sita ekseskusi dan PN Sumedang mengeluarkan penetapan sita eksekusi. Kemarin, PN Sumedang melalui juru sita meletakkan sita eksekusi terhadap sebagian lahan dan bangunan pabrik PT Kahatex.

“Peletakan sita eksekusi itu dihadiri BPN Sumedang, Muspika Jatinangor, dan Kades Cintamulya,” ucapnya.

Masih berunding

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Umum PT Kahatex, Ludy mengatakan bahwa persoalan utang-piutang tersebut masih dalam tahapan perundingan.

“Sekarang tahapan peninjauan kembali (PK) di pengadilan melalui Mahkamah Agung. Persoalan tersebut tidak perlu di-follow up ke banyak pihak, karena kami masih menempuh upaya terbaik ke MA,” kata Ludy.

Ludy menambahkan, sebagai warga negara yang baik, pihak PT Kahatex akan menjalankan apa pun putusan pengadilan. Di samping itu, PT Kahatex tetap mengajukan koordinasi dan perundingan upaya penyelesaian yang baik.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/