Ini Alasan Harga Sapi Mahal di Tanjungsari

by -37 views

Obay (55) pedagang sapimengatakan, salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kenaikan harga sapi dan sepinya pembeli adalah kurangnya peternak sapi di Jawa Barat.

“Di Jawa Barat sendiri peternak sapi sangat kurang apalagi briding (pembibitan) juga kurang. Sapi disini didatangkan dari beberapa daerah, seperti Jawa, Bali, Kupang, Lampung, dan juga Madura. Biaya pengiriman sapi juga berpengaruh,” kata dia di Pasar Hewan Tanjungsari, Selasa (23/8).

Biaya pengiriman sapi, lanjut dia, bisa mencapai hingga Rp1 juta. Biaya tersebut juga termasuk dengan biaya pengawalan selama pengiriman. Dengan begigu, para pedagang hanya bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp. 200 ribu per ekornya.

Menurut dia, salah satu jenis sapi yang paling diburu oleh pembeli di Pasar Tanjungsari adalah sapi simental. Sapi tersebut memiliki berat jenis bagus denhan pesentase daging hingga 55 persen.

“Sama juga kaya jenis limosin. Untuk sapi jenis lainnya, kaya Kroya (lokal), Madura, Kupang sama Bali kurang. Persentase daging cuma 48 persen,” kata dia.

Sementara itu, Oma (60) pedagang kambing dan domba mengatakan, harga kambing ukuran normal kini sudah mengalami kenaikan hingga 10 persen dari sebelumnya. Namun, seminggu mendekati Iduladha harga kambing akan mengalami kenaikan hingga 40 persen.

“Kambing mah naik 10 persen sekarang. Yang harga Rp. 1,75 juta jadi Rp. 2 juta. Itu ukuranh normal. Kalau sudah dekat bisa sampai Rp. 3 juta – Rp. 4 juta per ekornya tergantung ukurannya,” ujar dia.

Menurut Oma, harga kambing tersebut masih lebih murah dari harga domba. Selisih harga kambing dengan harga domba per ekornya mencapai Rp. 300 ribu hingga Rp. 500 ribu