Ini Dia Duta Bahasa Jawa Barat 2016

by -65 views

Badan Bahasa Jawa Barat mendapuk Sri Izzati dan Alvian Rivaldhi sebagai Duta Bahasa usai menyingkirkan puluhan pesaing dalam Final Duta Bahasa Jawa Barat 2016 yang diselenggarakan di Hotel Harris-Festival Citylink, Bandung, Rabu (24/8/2016).

Kepala Badan Bahasa Jawa Barat, Abdul Khak mengatakan, Sri dan Alvian akan mewakili Jawa Barat dalam persaingan perebutan gelar Duta Bahasa Nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta nanti.

“Semoga Jawa Barat dapat mempertahankan gelar Duta Bahasa Nasional yang berhasil kita menangkan tahun 2015 lalu,” kata Abdul kepada wartawan, Rabu (24/8/2016).

Dia melanjutkan, penilaian juara Duta Bahasa Jawa Barat tidak hanya berdasarkan kemahiran berbahasa Indonesia atau daerah saja, tetapi juga harus pintar menguasai bahasa asing.

Kemahiran berbahasa daerah, kata Abdul, bertujuan agar bahasa ibu dapat dilestarikan oleh Duta Bahasa. Sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat memberi sebuah perisai untuk terus mengembangkan bahasa daerah maupun Indonesia.

Lantas mengapa seorang Duta Bahasa harus juga pintas berbahasa asing?

“Dalam konteks global bahasa daerah memang tidak terlalu berpengaruh. Namun dengan kemampuan bahasa asing maka kita dapat memperkenalkan budaya kita kepada bangsa lain agar tertarik mempelajarinya,” jelas Abdul.

Meski begitu, kehadiran Duta Bahasa dinilai perlu dikaji ulang terutama terkait kebermanfaatannya bagi masyarakat banyak. Sebab, masih banyak warga yang belum merasakan dampak positif mereka dan bahkan mendengar namanya saja baru kali ini.

Menurut Astri Anggraini, mahasiswi di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Siliwangi, gaung Duta Bahasa masih kurang terasa. Apalagi kehadirannya di tengah masyarakat juga masih samar.

“Kalau saya enggak ke sini ya enggak akan tahu apa itu Duta Bahasa. Baru lihat tadi tulisannya,” kata Astri.

Mahasiswi asal Leles-Kabupaten Garut itu melanjutkan, Duta Bahasa harus lebih menyosialisasikan programnya kepada kalangan pelajar dan mahasiswa karena segmen mereka terkait dengan dunia pendidikan.

“Supaya manfaatnya bagi masyarakat juga lebih terasa,” kata Astri.

Ditemui di tempat yang sama, Dessy, mahasiswi yang sedang mengikuti kuliah S2 di kampus yang sama dengan Astri juga mengaku belum pernah mendengar tentang Duta Bahasa Jawa Barat.

Menurutnya, Duta Bahasa Jawa Barat tidak hanya harus menguasai bahasa daerah, Indonesia, dan asing saja. Tetapi juga harus paham budaya Sunda seperti gending dan huruf-huruf Sunda Kuno yang berasal dari huruf Dewanagari/Prenagari dengan bahasa Sansekerta.

“Sebab pelajar sekarang kan sedikit juga yang tahu tentang itu. Kehadiran Duta Bahasa Jawa Barat memang penting, tapi harus lebih disosialisasikan lagi programnya,” ujar Dessy