Ini Gejala Awal Penyakit Mematikan Difteri, Rentan Jangkiti Anak-anak

by

Sejak pertama muncul pada 2017 lalu, kasus Difteri terus terjadi di Indonesia.

Prof Alex Chairul Fatah menyampaikan materi mengenai difteri di kajian Mengupas Tuntas Waspada Difteri di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Jalan Prof Eyckman, Bandung, Senin (5/2/2018).

Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang terinfeksi virus.

Pada awalnya bakteri ini tidak berbahaya dan tidak menyebabkan penyakit.

Difteri mudah sekali menular, penularannya dapat melalui udara dan cairan.

Anak-anak lebih rentan pada penyakit ini tetapi difteri juga dapat menjangkit manusia dewasa.

Gejala yang muncul pada orang yang terjangkit difteri seperti nyeri, demam, lemas, dan terjadi pembekakan getah bening.

“Nyeri dan deman 38 derajat celcius mungkin seperti gejala pada penyakit lainnya. Tetapi yang paling utama pada difteri adalah yang terjangkit akan mudah sekali lemas dan muncul bullneck karena pembengkakan kelenjar getah bening,” ujar Prof Alex Chairul Fatah.

Ada pun tanda-tanda yang terlihat pada orang yang terjangkit difteri.

Muncul lapisan atau selaput berwarna putih keabu-abuan pada tenggorokan.

Bakteri ini menyerang sistem pernapasan. Toksin atau racun pada bakteri akan menghancurkan sel sehat penderita difteri.

Setelah menghancurkan sel sehat, bakteri akan membentuk selaput putih keabu-abuan.

Selaput ini dapat membuat penderita menjadi kesulitan menelan bahkan kesulitan bernapas.

Kesulitan bernapas yang parah dapat berakibat pada kematian.

Difteri juga dapat menyerang organ lainnya seperti otot jantung, ginjal, syaraf, dan kulit.

 

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com/