Ini Penegasan Menteri PUPR Soal Proyek Terowongan Tol Cisumdawu Seksi 2

by -85 views

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuljono menargetkan pengerjaan dua terowongan masing-masing sepanjang 472 meter di ruas jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) di seksi 2 (Rancakalong-Sumedang) rampung tahun ini.

Untuk terowongan di sebelah kiri dari arah Bandung menuju Sumedang, akan tembus Agustus nanti. Hingga kini, progres pengerjaannya sudah ditembus sepanjang 376 meter.  Sedangkan terowongan sebelah kanan dari arah yang sama, akan tembus akhir tahun ini. Hingga sekarang, pengerjaannya sudah ditembus sepanjang 280 meter.

“Untuk pengerjaan kontruksi tol di seksi 2 sepanjang 13 km, seluruhnya akan rampung sampai tahun 2019. Untuk seksi 1 (Cileunyi-Rancakalong) sepanjang  7 km, baru ditandatangani kontraknya. Sekarang loan-nya (pinjaman)  sedang diurus di Beijing, Tiongkok. Mudah-mudahan, pengerjaan kontruksi di seksi 1 bisa selesai tahun depan. Bahkan pengadaan tanahnya, sudah 80% diselesaikan,” kata Basuki ketika meninjau pengerjaan terowongan di ruas jalan tol Cisumdawu di seksi 2 di wilayah Rancakalong, Kamis 26 April 2018.

Dari pantauan “PR” di lapangan, Menteri Basuki didampingi jajaran pejabat tinggi  Kementerian PUPR bersama Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu, meninjau langsung ke dalam terowongan sebelah kiri dari arah Bandung ke Sumedang. Basuki berjalan kaki masuk ke dalam terowongan yang sudah ditembus sepanjang 376 meter. Sekaligus, melihat langsung proses pengerjaan kontruksi di dalam terowongan tersebut.

Saat “PR” ikut masuk ke dalam terowongan, semakin ke dalam suhu udara terasa panas dan napas terasa engap. Menurut salah seorang staf kontraktor projek, kondisi itu dampak oksigen yang masuk ke dalam terowongan semakin berkurang. Terlebih pemasangan blower (kipas angin), hanya dipasang dari luar ke dalam (inlet). Semestinya, ditambah dengan blower outlet (dari dalam ke luar).  

Lebih jauh Basuki menyebutkan, untuk pengerjaan kontruksi ruas jalan tol paket seksi 3,4,5 dan 6 dari Sumedang sampai Dawuan, Kertajati Majalengka, akan  dikerjakan PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) sekitar 40 km.  Khusus progres pengerjaan ruas jalan tol di seksi 3 ( Sumedang-Cimalaka), pembebasan tanahnya sudah hampir selesai 100%.  Pembangunannya ditargetkan rampung 2019.  Sementara  ruas tol di seksi 4,5 dan 6, pembebasan lahannya baru dimulai.

“Mengingat sebentar lagi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka akan diresmikan, sehingga kami akam mempercepat pembebasan lahan di seksi 4,5 dan 6. Setelah pembebasan lahannya selesai, akan diikuti langsung dengan pembangunan kontruksinya.  Secara keseluruhan pembangunan jalan tol Cisumdawu ini  sepanjang 60,1 km dengan  anggaran keseluruhan mencapai sekitar Rp 3,5 triliun,” tutur Basuki.

Disinggung  kemungkinan ruas tol seksi 2 bisa dilalui arus mudik Lebaran tahun ini, Basuki mengatakan, ruas jalan tol di seksi 2 belum bisa digunakan untuk arus mudik Lebaran tahun ini. Meski diakui sebelumnya sempat ditargetkan bisa digunakan, ternyata di bagian tengah ruas jalan tol terdapat formasi geologi tanah breksi vulkanik sepanjang 30 meter. ”Jenis tanahnya  mudah runtuh dan menjadi lewatnya air sehingga membutuhkan ketelitian dalam  penanganannya. Dengan kendala teknis ini lah, sehingga ruas jalan tol di seksi 2, belum bisa dipakai arus mudik lebaran tahun ini,” ujarnya.

Penanganan Banjir Rancaekek

Selain meninjau pengerjaan terowongan tol Cisumdawu, Menteri Basuki pun sebelumnya meninjau langsung lokasi banjir tahunan di  Rancaekek, tepatnya  di depan pabrik PT Kahatex di Jalan Raya Bandung-Garut. Hasil peninjauan di lapangan,  di dalam pabrik Kahatex sebelumnya adashortcut (pemotongan) aliran  Sungai Cikijing dengan bangunan di atasnya. Akan tetapi, pihak internal Kahatex sudah membongkar bangunan di atas  sungai tersebut.

“Nah, kami sendiri akan menangani  kondisi sungainya, dari mulai jembatan di sekitar Kahatex  sampai ke muara. Pengerjaannya sekarang sudah mulai. Memang, sebelumnya kami menemui kendala penganggarannya. Alhamdulillah, sekarang saya sudah dapat anggarannya sekitar Rp 60 miliar. Mudah-mudahan dalam sebulan,  anggarannya bisa dicairkan untuk  normalisasi Sungai Cikijing ini,” kata Basuki.

Basuki menuturkan, selain menormalisasi Sungai Cikijing termasuk yang ada di dalam pabrik Kahatex, Kementerian PUPR pun akan  menormalisasi drainase (selokan) di lokasi banjir di ruas Jalan Raya Bandung-Garut. Normalisasi drainase, sekaligus memperbaiki banyaknya utilitas berupa kabel yang menghambat aliran air.

“Dengan ketiga hal (penanganan) ini, insya Allah banjir tahunan di  Rancaekek bisa diatasi. Begitu juga penanganan banjir tahunan di Dayeuhkolot dan Baleendah, Kab. Bandung, akan ditangani dengan  pembangunan Waduk Cieunteun dan terowongan Curug Gompong. Amdalnya sudah disetujui dan sudah mulai pelaksanaan. Pembangunan  terowongan tersebut, guna mempercepat aliran air Sungai Citarum ke Waduk Saguling. Mudah-mudahan,  dengan penanganan banjir Rancaekek dan Dayeuhkolot bisa mengurangi bencana banjir di Bandung,” ucap Basuki.