Inilah Titipan Dewan Lama Ke Dewan Baru

by -18 views

Inilah Titipan Dewan Lama Ke Dewan Baru

Jatinangorku.com – Masa bakti anggota DPRD Sumedang akan berakhir beberapa hari lagi. Anggota dewan lama berganti dengan anggota dewan baru hasil pileg April 2014 lalu. Inilah titipan anggota dewan lama ke anggota dewan baru terkait beberapa pekerjaan yang belum tuntas.

“Ada beberapa pekerjaan yang belum tuntas, jadi harus dititipkan ke anggota dewan baru agar tetap dilaksanakan dan dilancarkan pada periode yang akan datang,” kata Naya Sunarya, Anggota DPRD Sumedang dari Fraksi Partai Golkar yang tidak lagi akan dilantik pada 13 Agustus mendatang kepada wartawan, Senin (4/8/2014).

Titipan itu adalah, hak interpelasi DPRD. Rencana ini masih terganjal dengan tak kuorumnya sidang paripurna untuk membahas usulan anggota. Dua kali dilaksanakan sidang, kehadiran anggota dewan masih saja tak memenuhi kuorum.

“Sebaiknya dilanjutkan saja oleh anggota dewan periode baru. Karena masalahnya sangat penting, mengingat jika dilakukan saat periode sekarang sudah tak mungkin, waktunya sudah hampir habis,” kata Naya.

Namun, usulan hak interplasi yang sudah ditandatangani lebih dari tujuh orang ini, termasuk Naya, harus diganti. Beberapa anggota yang sudah menandatangani tidak lagi duduk di DPRD. Jadi, harus ada usulan baru dari anggota periode terbaru.

Sementara, Atang Setiawan, Anggota DPRD dari Fraksi PDIP yang masih bertahan menjadi anggota dewan menyebutkan, jika materi interpelasi bisa jadi sudah basi. Saat ini, dimungkinkan ada banyak materi lain yang patut dipertanyakan kepada bupati.

“Sebenarnya sudah basi kalau mau dilanjutkan oleh anggota dewan periode nanti, kecuali ada materi lain yang lebih penting dan hangat. Tapi rencana kemarin bisa dilanjutkan kalau periode yang akan datang masih menginginkan penjelasan dari bupati,” papar Atang.

Atang melanjutkan, usulan hak interpelasi memang harus dibuat lagi. Namun, jika usulan tersebut benar-benar demi kepentingan pemerintahan, anggota dewan periode baru pun tak akan sulit untuk mengusulkannya lagi. Selanjutnya, proses kembali diulang dengan menggelar rapat pimpinan dan penetaan jadwal paripurna.

Sebelumnya, materi yang akan dipertanyakan DPRD kepada bupati adalah mengenai kebijakan mutasi jabatan, ketidakhadiran bupati dalam agenda penting dan rutin pemerintahan, serta keberadaan beberapa mobil dinas di tangan bupati. 

Sumber : http://www.inilahkoran.com/