Insentif Tindakan Dipukul Rata, Perawat Sumedang Meradang

by -30 views

Perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang protes kebijakan manajemen rumah sakit milik Pemkab Sumedang. Protes dilancarkan para perawat menyusul kebijakan manajemen menyamaratakan insentif tindakan perawat. Akibat kebijakan ini, tunjangan perawat mengalami penurunan.

Seorang perawat yang meminta namanya tak ditulis mengatakan, uang insentif itu merupakan uang tindakan dokter. “Uang itu merupakan hak dokter, tetapi diberikan kepada kami setengahnya. Sebab kata dokter, perawat berhak menerimanya karena sebagian tindakan dilakukan perawat,“ katanya kepada wartawan, Rabu (9/11/2016).

Menurtnya, dalam sebulan perawat yang ikut memberikan tindakan bisa mendapatkan uang insentif Rp 2-3 juta. “Namun sejak ada kebijakan baru, pendapatnya menurun drastis untuk perawat mulai dariRp 455 sampai Rp 671 ribu,” katanya.
Para perawat ini mengaku sudah menyampaikan soal keberatan ke pihak manajemen rumah sakit, Selasa (8/11/2106) lalu.

“Sebelumnya sudah ada pertemuan dan pihak manajemen menyebutkan insentif disamaratakan untuk kebersamaan bagi seluruh perawat. “Kami tetap keberatan seharusnya pemberian uang insentif itu tetap proporsional sesuai dengan tindakan yang dilakukan perawat. Tidak bisa perawat yang melakukan tindakan lebih banyak disamakan dengan yang sedikit,” katanya.

Kepala Bidang Keperawatan RSUD Sumedang, Engkur mengatakan, tidak ada kebijakan baru untuk bidang keperawatan. “Hanya saja sebelumnya tindakan perawat tidak ditarif, akan tetapi sekarang ditarif dengan mengacu kepada peraturan bupati,” kata Engkur kepada wartawan, Rabu (9/11).

Aksi perawat yang proses soal uang jasa juga sempat terjadi awal tahun 2013 lalu. Kejadian yang sama terualang lagi dan para perawat menyebutkan jika tak ada tindak lanjut dari manajemen RSUD, perawat akan melakukan aksi susulan