Investor di Jatinangor Harus Patuhi Aturan

by -90 views


JATINANGOR (GM) – Sejumlah investor kini membidik kawasan Jatinangor, Kab. Sumedang sebagai tempat pengembangan bisnis/usaha. Di antaranya menjadi pengembangan pembangunan kos-kosan, apartemen, rumah susun hak milik, dan pembangunan lainnya.

Bahkan kawasan Jatinangor akan dijadikan jalur pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Terkait geliat pembangunan itu, sejumlah pihak berharap investor yang menanamkan sahamnya mematuhi aturan, selain mendengar aspirasi masyarakat setempat.

“Pada dasarnya kami menyambut baik semua investor yang masuk ke Jatinangor. Sepanjang memenuhi kriteria dan mengikuti ketentuan hukum atau aturan,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa Cibeusi, Kec. Jatinangor, Dudi Supardi kepada “GM”, Selasa (29/5).

Dudi juga turut mendorong Pemkab Sumedang agar memberikan insentif bagi investor. Yaitu dengan cara memberikan kemudahan dalam mengurus perizinan tanpa mengorbankan atau mengesampingkan kepentingan warga setempat.

Geliat pembangunan di kawasan Jatinangor ternyata mendapatkan kritik dari Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Rakyat Bersatu untuk Keadilan (LSM Forrbeka) Kab. Sumedang, Sitam Rasyid. Menurutnya, khususnya dalam pelaksanaan pembangunan apartemen di Jatinangor masih menimbulkan pro dan kontra. Khususnya terkait pemenuhan kebutuhan air bersih bagi para penghuninya.

Ia menyatakan, pihak pengelola apartemen membuat sumur bor artesis untuk memenuhi kebutuhan air. Sementara warga setempat keberatan karena persediaan air sumur milik warga dikhawatirkan terganggu dan terancam kering. “Sebaiknya, Pemkab Sumedang memerintahkan kepada pengelola apartemen yang ada di Desa Cikeruh, Kec. Jatinangor untuk menghentikan dulu pengeboran sumur artesis. Penghentian itu sebelum adanya titik temu dengan warga setempat,” katanya.

sumber : klik-galamedia