IPDN Tutup Akses ke Pembuangan Sampah Sekeangkrih Seminggu Sampah Menumpuk

by -42 views

IPDN Tutup Akses ke Pembuangan Sampah Sekeangkrih Seminggu Sampah Menumpuk

Jatinangorku.com – Dalam seminggu ini, sampah di Kec. Jatinangor menumpuk di setiap gang pinggir Jalan Ir. Soekarno, sehingga membuat pemandangan kurang nyaman. Warga Kec. Jatinangor dan para pelanggan pengguna jasa angkutan sampah di beberapa perumahan di Tanjungsari mengaku kecewa karena sampah yang menumpuk tak kunjung diangkut.

Dari informasi yang dihumpun “GM”, menumpuknya sampah karena pengelola sampah, yaitu Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kec. Jatinangor kewalahan dan kesulitan membuang sampah. BLH tidak dapat membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekeangkrih karena jalan menuju TPA ditutup oleh pihak IPDN. Akibatnya, BLH harus membuang sampah ke TPA Cibeureum Kec. Cimalaka, Sumedang dan memerlukan waktu cukup lama karena jarak tempuh yang jauh.

“Biasanya saat masih membuang ke TPA Sekeangkrih, dengan satu truk dalam sehari bisa menarik sampah sampah tiga rit, tapi sekarang membuangnya ke TPA Cibeureum, jadi sehari hanya bisa satu rit. Akibatnya sampah masih banyak yang belum terangkut,” ujar Kepala UPTB LH Kecamatan Jatinangor, Hermawan, melalui kasubag TU kepada “GM”, Senin (19/5).

Menurutnya, untuk mengantisipasi hal itu, BLH Kab. Sumedang memberikan pinjaman lima unit mobil truk untuk mengangkut sampah, namun persoalannya, dengan ada 5 truk harus ada penambahan petugas. Ia juga menyesalkan penutupan jalan menuju TPA Sekeangkrih oleh IPDN yang tidak memberi tahu terlebih dahulu.

“Mulai hari Rabu lalu jalan di tutup petugas keamanan IPDN, dan katanya disuruh Rektor IPDN,” ucapnya.

Tidak ada TPA di IPDN

Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Humas IPDN, Bisri menegaskan, di kawasan IPDN tidak ada TPA. “Adapun yang biasa digunakan itu bukan TPA,” kata Bisri saat ditemui di kampus IPDN, kemarin.

Terkait penutupan jalan, menurut Bisri, hal itu dilakukan untuk pengamanan di wilayah. 

“Portal jalan sudah ada dari dulu. Lagi pula, warga Sekeangkrih sempat ngeluh adanya sampah yang menumpuk di sana,” terangnya.

Bisri menambahkan, guna menjaga serapan air bersih di kawasan Sekeangkrih, pembuangan sampah sementara yang ada kini dibersihkan.

“Di sana juga kawasan perkantoran dan tempat diklat karena masih tanah milik IPDN, jadi tidak mungkin ada TPA di sana. Untuk sampah di IPDN, kami punya pembuangan sampah sendiri,” tegasnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/