ITB Harus Sosialisasikan Perluasan Kampus

by -249 views


JATINANGOR

Ketua Aliansi Sumedang Barat Bersatu sekaligus Ketua Forum Forum Rakyat Bersatu untuk Keadilan (Forrbeka) Kab. Sumedang, Sitam Rasyid meminta pengelola kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Termasuk RT, RW, desa hingga kecamatan terkait pembangunan kampus.

Pernyataan tersebut menyusul penebangan 700 pohon sebagai bagian dari perluasan kampus. “Untuk penebangan pohon di lokasi kampus ITB itu kita memahaminya. Namun alangkah baiknya jika pihak ITB terlebih dulu melakukan sosialisasi,” kata Sitam kepada “GM” di Jatinangor, Kamis (1/11).

Sosialisasi diperlukan terutama bagi warga sekitar, aparat setempat, dan pihak-pihak yang peduli lingkungan agar tidak muncul persoalan. “Kita pun meminta pengelola kampus menaman kembali pohon agar lingkungan tetap hijau dan menjadi kawasan resapan air,” katanya.

Sitam juga meminta agar dalam pembangunan sudah berlangsung dua bulan ini warga turut diberdayakan. “Warga bisa dilibatkan sebagai pekerja atau pengadaan material sehingga mereka ikut merasa memiliki kampus ITB. ASBB dan LSM Forbeka sendiri sangat mendukung keberadaan kampus ITB di Jatinangor,” katanya.

Sebelumnya, sedikitnya 700 pohon keras berbagai jenis terpaksa dibabat demi pembangunan infrastruktur jalan dan gedung baru di kawasan kampus ITB. Pembabatan pohon berlangsung dalam dua bulan terakhir.

Langkah ini sempat dipertanyakan sejumlah LSM yang peduli lingkungan. Mereka menilai selain tanpa sosialisasi, pembatatan pohon juga mengancam lingkungan karena kawasan tersebut merupakan resapan air.

Pohon-pohon tersebut berjenis albasiah, jati putih, suren, mahoni, limus, dan cangkudu. Pelaksana pembangunan yaitu PT Beverint Surya Sejati (BSS).

Suherman, dari PT BSS membenarkan ditebangnya ratusan pohon di lahan milik pemerintah tersebut. “Penebangan dilakukan untuk pembangunan dan perluasan kampus. Ada 700 pohon yang ditebang dan 

langsung diganti serta diremajakan dengan pohon yang baru. Bahkan yang ditanam lebih banyak dari yang ditebang,” kata Suherman kepada “GM” di Jatinangor.

Menurutnya, penebangan dilakukan dengan izin dari pemerintah selaku pemilik lahan. Penanaman dilakukan PT BSS sebagai pelaksana pembangunan jalan yang mencapai 2.000 meter dan lebar 8 meter. “Penebangan pohon dilakukan karena ITB memiliki hak untuk melakukan penanaman sebagai lembaga pendidikan negeri yang dibiayai oleh pemerintah,” katanya.

(B.105)**