Jabar akan Berdayakan Para Penghapal Al Quran

by -56 views

 

Para penghafal Al-Quran ini berasal dari berbagai pondok pesantren yang ada di 15 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat dengan berbagai macam usia dari usia TK hingga dewasa. Usia wisudawan termuda yakni hafidzah hafal 30 juz Al-Quran masih berusia Kelas 4 SD dan ada juga hafidzah 4 juz Al-Quran masih berusia TK.

Dari 794 wisudawan ini terdiri dari hafal 1 juz Al-Quran sebanyak 335 orang, 2 juz 213 orang, 5 juz 93 orang, 10 juz 42 orang , 15 juz 20 orang, 20 juz 5 orang , 25 juz 4 orang, dan hafal 30 juz ada 71 orang.

Wakil Gubernur Deddy Mizwar menyampaikan rasa bangganya kepada para penghafal Al-Quran ini. Dia mengusulkan para penghapal Al Quran di Jabar untuk didata ulang.

“Ini luar biasa kalau Jawa Barat dipenuhi Hafidz dan Hafidzah. Ini harus didata, jangan-jangan udah 20 ribu itu. Luar biasa!” kata Deddy.

“Kalau di Jawa Barat dipenuhi oleh para hafidz ini akan banyak Al-Quran berjalan, Al-Quran hidup, di mana-mana juga akan muncul panutan, tokoh-tokoh dari kalangan muda yang bisa jadi contoh bagi generasi saat ini,” tambahnya.

Wagub pun mengatakan perlu ada data yang real mengenai jumlah hafidz dan hafidzah yang ada di Jawa Barat, sehingga ke depannya perlu ada program pemberdayaan yang jelas bagi mereka.

“Coba ada gak data yang jelas mengenai ini (jumlah hafidz di Jabar) melalui Kemenag barang kali. Kalau ini ada, bagus sekali. Nah, kalau itu ada mau kita apakan sumber daya manusia yang berkualitas ini. Jadi kan ada program yang jelas buat mereka. Bisa beasiswa, wirausaha, bisa macam-macam,” papar Wagub.

“Kita harus memanfaatkan kekuatan para hafidz dan hafidzah tadi agar bermanfat bagi masyarakat. Jadi bisa berkontribusi secara nyata bukan hanya syiar tentang agama tapi bagaimana menjalani kehidupan di dunia ini dengan lebih baik, sehingga kontribusinya jelas, tidak membebankan masyarakat, memberikan contoh yang baik dan memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat,” pungkasnya