Jabar Berencana Perluas Manfaat Zakat

by -17 views

Jatinangorku.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan memperluas pemanfaatan zakat yang ada di masyarakat.

“Kita ingin perluas lagi, sebenarnya fokusnya di mana,” tutur Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar seusai melakukan pertemuan dengan pimpinan dan pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (18/6/2015).

Pria yang akrab disapa Demiz ini menyatakan, ada beberapa lembaga zakat yang membuat rumah sakit dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

“Nah, sekarang ini Baznas fokus kegiatannya di mana, yang orang langsung bisa lihat manfaatnya Baznas, karena ini kepercayaan,” tutur Demiz.

Dia mengungkapkan, potensi zakat di Jawa Barat mencapai miliaran rupiah. Untuk itu, Baznas harus mencari format yang lebih efektif agar pemanfaatan zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Sehingga akan lebih menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Baznas,” kata dia.

Demiz juga mengarahkan Baznas untuk memanfaatkan zakat ke bidang pendidikan. “Karena itu investasi yang lebih baik, tapi akan ada juga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tutup Wagub.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan juga berencana merangkul NGO (Non Govermental Organization) di bidang zakat untuk menuntaskan masalah kemiskinan.

“Kita kerja sama dengan NGO. Kalau pemberdayaan harus ada orang-orang yang memiliki jiwa yang baik, keliling ke masyarkat, yaitu NGO orangnya,” kata Heryawan.

Dia mengatakan, bentuk kerja samanya adalah memberikan dana operasional kepada para NGO tersebut. Namun dana yang diberikan masih dalam tahap wajar, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pria yang akrab disapa Aher menyebut, sistemnya tergantung siapa NGO yang daftar. Jika NGO tersebut mampu akan dipilih oleh Pemprov Jabar.

“Sistemnya tidak lelang, tapi diuji oleh tim penguji publik. Kalau programnya bagus dan diidentifikasi bagus ya nanti dipilih. Misalnya sanggup lima ribu dalam setahun atau seribu dalam setahun kita akan pilih, dengan catatan dua tahun tuntas,” kata Aher.

Terkait anggaran, Aher menyebut pada 2015 ini siap menggelontorkan dana sekitar Rp50-100 miliar. Hal ini masuk dalam spesific empowerment. Artinya mempersiapkan pemberdayaan spesifik sesuai dengan kebutuhan.

“Di perkotaan dan pedesaan kebutuhannya beda. Misalnya di desa itu rumpun pertanian tapi di perkotaan bisa perdagangan, industri, kerajinan, UMKM, dan lain-lain,” jelas dia.

Sementara guna meningkatkan efektivitas badan penyaluran zakat, Pemprov menjalin kerja sama dengan Baznas. Kerja sama ini dilatarbelakangi walaupun efektivitasnya optimal, cakupan badan-badan zakat masyarakat cenderung kecil. Sedangkan Pemprov memiliki cakupan yang luas, namun kurang efektif.

Untuk itu Aher mengungkapkan, dengan bergabungnya Pemprov Jabar dan Baznas, diharapkan efektivitas dapat lebih maksimal dengan cakupan lebih luas.

“Luas cakupannya dari pemerintah, efektivitasnya dari lembaga zakat. Jadi nanti hadir sebuah program dengan cakupan yang sangat luas dan dengan efektivitas yang sangat tinggi,” ungkap Aher.

Selain itu, Aher juga menyebutkan beberapa program terpadu milik Baznas yang sejalan dengan program Pemprov, sehingga pada pelaksanaannya keseluruh program tersebut diharapkan dapat lebih tepat sasaran.

Program tersebut di antaranya pembangunan rumah layak huni, pembangunan sanitasi dan MCK, serta beasiswa bagi masyarakat tidak mampu di bawah kerja sama Pesantren Yatim Penghapal Alquran.

Aher berharap, dengan adanya kerja sama ini, penyaluran zakat bagi yang membutuhkan dapat tepat guna, sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

Lebih jauh, Aher berharap seluruh pihak baik instansi pemerintah, swasta maupun individu akan lebih tergugah kesadarannya untuk berzakat dan berbagi dengan sesamanya.

“”Potensi zakat di Jabar terbesar di Indonesia, 6 hingga 7 triliun rupiah. Tentu ini harus dibangkitkan dari masyarakat kita. Terutama sebentar lagi bulan suci Ramadan. Aktivitas zakat memang 60-70% ada di bulan Ramadan,” lanjutnya.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/