Jabar Dukung Program 3000 Embung

by -77 views
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyebut pihaknya siap mendukung program pembuatan 3000 Embung yang dicanangkan oleh Kementrian Desa Tertinggal dan Transmigrasi RI.
Kendati begitu, ia mengakui belum menerima data spesifik mengenai desa mana saja yang nantinya masuk pada 3000 target prioritas pembuatan embung.
“Jadi kita lihat dari 3000 itu di jabar berapa, kita siap-siap saja,” ungkapnya usai menerima kunjungan roadshow perwakilan Kementrian Desa Tertinggal dan Transmigrasi R.I di Gedung Sate, Bandung, Rabu (14/12/2016).
Ia menuturkan, Jawa Barat merupakan daerah strategis untuk program pembuatan embung tersebut, sebab menurutnya kondisi cuaca Jabar yang cukup tinggi curah hujannya, akan sangat baik dalam melakukan penampungan air.
Juga lanjutnya, ini bisa menjadi sebuah cara untuk menanggulangi permasalahan banjir yang terjadi di Jabar.
Selain itu kata Demiz, dengan adanya banyak embung di Jabar akan menjadi bermanfaat untuk masyarakat. Karena akan menjadi resapan dan penampungan air pada saat musim hujan, sehingga pada saat hujan dapat menampung air dan pada saat kemarau bisa menjadi persediaan air.
“Termasuk kehidupan masyarakat, embung-embung itu menjadi bagus,” imbuhnya.
Menurut pria yang akrab disapa Demiz ini mengenai permasalahan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan embung ini masih belum jelas, sehingga pihaknya akan menunggu kepastian tersebut dari Kementrian Desa Tertinggal dan Transmigrasi R.I .
“Tapi yang jadi persoalannya tanahnya punya siapa?, punya desa atau punya masyarakat untuk dijadikan embung itu,” ungkapnya.
Ditempat yang sama Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Ahmad Erani Yustika menyebut program yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ini merupakan sebuah intrumen penting yang dibutuhkan masyarakat.
Karena menurutnya, irigasi dan kebutuhan air merupakan sebuah kebutuhan primer bagi masyarakat. Sebab kata dia, tidak semua desa mempunya irigasi yang baik, maka disitulah peran embung sebagai alternatif pengairan untuk masyarakat.
“disitulah embung alternatif untuk perairan pertanian,” ujarnya.
Ia menjelaskan 3000 desa yang diprioritaskan tersebut, dikarenakan desa tersebut mempunyai potensi yang besar. Namun hal ini bersifat informasi, sehingga tidak ada paksaan suatu desa tersebut untuk membangun embung yang diprogramkan Pusat.
“Maka dari itu tetap keputusan ada di musdes,” pungkasnya