Jabar Lampaui Target Mencetak 100 Ribu Wirausahawan Baru

Pemerintah Jawa Barat mampu merealisasikan program Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru yang dicanangkan pada 2014, bahkan melampaui target.
 
Biro Humas dan Protokol Setda Jawa Barat dalam siaran persnya, menyebutkan berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat hingga 2017, tercatat 129.191 wirausaha baru di Jawa Barat.
 
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher mengatakan untuk memajukan Jawa Barat maka pihaknya mencanangkan dalam Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru pada 2014 lalu.
 
Saat itu, di Jawa Barat, baru ada 2 (dua) persen wirausahawan dari total jumlah penduduk dan targetnya, sesuai Pergub Jabar No 58 Tahun 2014 tentang Pedoman Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru, setiap tahun bisa dihasilkan 20.000 wirausaha baru.
 
Dengan demikian, diharapkan pada 2018 jumlah 100.000 bisa tercapai dan Pergub ini kemudian diubah dengan Pergub No 79 Tahun 2015 untuk lebih memberikan jaminan dan kepastian eksistensi masyarakat dalam mengembangkan wirausaha baru.
 
Nyatanya, hingga akhir tahun 2017, capaian jumlah wirausaha baru tersebut sudah melampaui target.
 
Jumlah pengusaha baru ini terdata lengkap sesuai nama, alamat, dan jenis usahanya. Jumlah itu dipastikan bertambah karena tahun pendaftaran peserta program ini di tahun 2018 baru dimulai.
 
“Kita terus mengajak insan muda yang kreatif dan inovatif untuk bergabung menjadi wirausahawan di Jawa Barat dalam Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru ini,” kata dia.
 
“Anak muda, jangan takut jadi orang kaya. Hadirkan dua sifat dalam satu sosok, kaya dan taqwa. Karena tidak ada pertentangan antara ketaqwaan dengan kekayaan dalam agama,” lanjut Aher.
 
Menurut pria lulusan magister ekonomi pertanian dari Institut Pertanian Bogor ini, program Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru ini akan menghantarkan mimpi dan cita-cita insan muda di Jabar untuk menjadi wirausaha handal, produktif, dan profesional.
 
“Karena dalam program tersebut, kita adakan proses pelatihan, magang, dan mentoring pendampingan usaha,” kata dia.
 
Para peminat tidak perlu ribet untuk mendaftar, cukup daftar secara online di laman www.wirausahabarujabar.net. Pendaftaran dibuka 1 Januari -1 Februari 2018.
 
Setelah itu, calon yang lolos verifikasi kelengkapan administrasi akan diumumkan di laman yang sama untuk selanjutnya mengikuti test secara online pada 7 Februari 2018 dan tes akan dilakukan 14-16 Februari 2018.
 
Pengumuman lolos test online untuk mengikuti wawancara diumumkan pada 20 Februari 2018. Sedangkan wawancara dilakukan pada 21-27 Februari 2018.
 
Peserta yang lolos akan mengikuti pelatihan dan magang pada Maret hingga Desember 2018. Sedangkan pendampingan usaha pada Juni hingga Desember 2018.
 
“Melalui program Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru ini, target pertumbuhan jumlah pengusaha di Jabar menjadi 4 persen, insya Allah bisa dicapai. Memang sulit untuk mengejar Singapura yang mencapai 8 persen pengusaha,” kata dia.
 
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat, Dudi Sudrajat mengungkapkan setelah mendapat pelatihan, pemagangan, dan mentoring pendampingan usaha, para pelaku usaha yang baru dididik ini difasilitasi juga dalam hal pemasarannya.
 
Secara offline disiapkan tempat di Pasar Ciroyom, dan secara online di beliaja.id.
 
“Memang telah melampaui target, tapi kan ibaratnya kita ini baru menanam pohon. Untuk terus tumbuh perlu perawatan. APBD yang kita punya hanya cukup untuk menanam,” kata Dudi.
 
“Karena itulah, Pak Gubernur mencanangkan Jabar Masagi. Istilah akademisnya Pentahelix, perlu kerjasama akademisi, bisnis, community, government, dan media,” kata dia