Jabar Miliki 12 Pasar Digital Andalan

by -34 views
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar berbenah diri. Guna menggenjot tingkat kunjunngan wisatawan, kini di Tatar Priangan terdapat 12 pasar digital.
 
Kepala Disparbud Jabar Ida Hernida mengatakan, hal ini sejalan dengan branding “Pesona Jawa Barat Indonesia” yang diluncurkan sejak 2017 lalu oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.
 
“Kini, Jawa Barat sudah memiliki pasar digital di 12 kabupaten/kota,” kata Ida, Rabu (21/3/2018).
 
Menurutnya, 12 pasar digital Jabar akan dirilis pada 2018 yakni Pasar 7 Sungai Subang, Pasar Ciung Wanara Ciamis, Pasar Hawu Citumang Pangandaran, Pasar Rancabuaya Garut, Pasar Cikundul Sukabumi, Pasar Megalitikum Lampegan Cianjur, Pasar Gunung Panten Majalengka, Pasar Tampomas Sumedang, Pasar Jaringao Kota Bandung, Pasar Pager Wangi Dago Giri Kabupaten Bandung Barat, Pasar Geulis Depok, dan Pasar Batu Mayasih Kuningan.
 
Dia menjelaskan, masyarakat bukan hanya sebagai penonton saja tapi diharapkan menjadi pelaku dan penggerak pariwisata. Target pada 2018, wisatawan Nusantara bisa mencapai 8,5 juta dan wisatawan mancanegara 1,75 juta.
 
Untuk itu, pihaknya menggelar Forum Perangkat Daerah agar sinergitas antar-kabupaten/kota bisa terwujud. Saat ini, Disparbud Jabar diakuinya terus memperbaiki sarana dan prasarana yang diperlukan.
 
“Kita akan merangkul pihak swasta, media, komunitas, dll agar bisa menciptakan destinasi wisata andalan,” tambahnya.
 
Terlebih, pada 1 Mei mendatang Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati akan dirilis ke publik untuk penerbangan pertama.
 
Di bagian lain, Ida menuturkan pada 2019 mendatang Wisata Halal diharapkan siap di seluruh kabupaten/kota se-Jabar. Saat ini, Kabupateb Garut sudah siap menerapkan Wisata Halal. Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Bandung akan menyusul kemudian.
 
Sementara itu, Sekretaris Disparbud Jabar Agus E Hanafiah menjelaskan provinsi ini memiliki potensi wisata seni budaya yang beranekaragam dan memiliki daya tarik.
 
“Agar rencana itu berjalan dengan baik, diperlukan perencanaan yang komprehesif dalam pelaksanaan pembangunan. Makanya, Forum Perangkat Daerah ini digelar selama dua hari pada 20-21 Maret,” ucapnya