Jabar Percepat Penyaluran Dana Keagamaan

by -18 views

Jatinangorku.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni, ruang kelas baru, serta pesantren atau kobong melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2015.

“Pembangunan sarana prasarana tersebut tersendat pada 2014 sehingga anggaran yang tersedia tidak terserap maksimal,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Menurut dia, kurangnya serapan anggaran untuk pembangunan Rutilahu, RKB, pesantren/kobong, serta sarana prasarana keagamaan lainnya akibat dihentikan sementara kucuran dana yang bersifat hibah pada tahun politik 2014.

“Tentang Kobong itu kan hibah, kemarin (2014) tahun politik, termasuk RKB, Rutilahu juga sama. Itu harus dihentikan sesuai dengan imbauan KPK,” kata dia.

Oleh karena itu, tahun ini pembangunan RKB, rutilahu dan pesantren digeber pelaksanaannya.

“Rutilahu sekarang ini 30 ribu lebih, karena yang tahun lalu tertunda. Rutilahu enggak boleh karena dikhawatirkan ada muatan politik di sana yang bersifat bantuan seperti itu semuanya ditunda termasuk kobong buat keagamaan,” kata dia.

Menurut dia, untuk mendukung percepatan program bantuan tersebut pada tahun ini, pihaknya telah melakukan kerjasama seperti Pemprov Jawa Barat telah melakukan MoU dengan Kodam III Siliwangi dan Kodam Jaya/Jayakarta untuk mempercepat pembangunan Rutilahu yang ditargetkan selesai pada 2017.

Sementara untuk mempercepat pembangunan RKB dan Kobong, serta sarana keagamaan lainnya, Wagub menjelaskan perlunya membuat database yang akurat dan lengkap terkait program RKB dan pesantren-pesantren di Jawa Barat yang memperoleh bantuan sarana dan prasarana keagamaan.

Oleh karena itu, pada tahun anggaran 2015 ini pemprov mengalokasikan dana untuk pembuatan website Biro Pelayanan Dasar yang di dalamnya meliputi aplikasi data base pesantren dan lembaga keagamaan lainnya.

Dikatakan dia, untuk lembaga penerima bantuan Kobong maupun sarana prasarana kegamaan lainnya yang belum terealisasi pada 2014 telah diajukan kembali melalui anggaran perubahan tahun anggaran 2015.

“Insya Allah akhir 2015 sudah bisa me-recover kekurangan di 2014,” kata dia

Sumber : http://www.inilahkoran.com/