Jabar Punya Cara Jitu Pertahankan Produksi Pangan

by -48 views
Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat punya cara jitu mempertahankan produksi pangan dari ancaman alih fungsi lahan produktif pertanian yang marak dijadikan kawasan pembangunan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat Hendy Jatnika menuturkan, alih fungsi lahan produktif pertanian kerap terjadi di Jabar akibat pembangunan lahan untuk perumahan, industri, pembangunan jalan raya, jalan tol, dan kebutuhan infrastruktur pusat yang dibangun di Jabar.
“Kebutuhan (pembangunan) banyak, pasti butuh lahan juga,” katanya saat di hubungi, di Bandung, Selasa (18/4/2017).
Ia tidak menampik potensi penyusutan lahan pertanian setiap tahunnya akan terus terjadi di Jabar seiring kebutuhan pembangunan yang semakin tinggi. Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan strategi jitu untuk mengimbangi penyusutan lahan tersebut agar produksi tanaman pangan tetap terjaga.
Diantaranya adalah dengan mendorong pemerintah kabupaten/kota di Jabar untuk segera melengkapi penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) pada Rencana Umum Tata Ruang (RUTR)nya.
“Nah kalau udah detail didalam RUTRnya, nanti kawasan tersebut tidak bisa lagi digeser penggunaannya selain untuk lahan pertanian,” imbuhnya.
Kemudian, pihaknya pun terus mengupayakan peningkatan intensitas tanam tanaman pangan, dari yang biasanya bisa dilakukan satu hingga dua kali setahun, maka akan ditingkatkan menjadi tiga sampai empat kali tanam.
“Misalkan untuk padi biasanya hanya satu kali pertahun bisa menjadi dua kali pertahun, begitupun selanjutnya,” ungkapnya.
Selain meningkatkan intensitas tanam, pihaknya pun mendorong produktifitas hasil pangan agar mampu mencapai target pemenuhan pangan di Jabar. Caranya lanjut Hendy, dengan menggunakan teknik budidaya yang baik, juga pengolahan tanaman pangan menggunakan mekanisme pertanian yang lebih modern, agar efisien dan efektif guna meningkatkan produktifitas hasil tanam.
“Dengan memanfaatkan Bendungan Jati Gede, potensi di daerah utara (Jabar), seperti di daerah Indramayu, Majalengka, Subang itu kan awalnya irigasinya hanya bisa satu sampai dua kali tanam, bisa dinaikan jadi 3 kali pertahun tanamnya.
Di Jabar sendiri tambah Hendy, dari data yang ia kantongi, lahan sawah secara khusus di Jabar tidak kurang dari 800 ribu hektare. Kemudian dari data yang ditetapkan kabupaten/kota, kini areal sawah di Jabar ada 929.094 ribu hektar.
“Nanti kalau misalkan 850 ribu hektar bisa ditanami 2-3 kali tanam tetep saja 2 juta hektar,” katanya.
Di waktu yang berbeda, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta kepada pemerintah kabupaten/kota untuk memperketat pemberian izin pembangunan terhadap kawasan-kawasan‎ pertanian di Jabar.
Pasalnya diakui Demiz sapaan akrab Wagub, Jabar, selain menjadi salah satu daerah dengan intensitas pembangunan yang tinggi, juga menjadi daerah yang harus menghasilkan produk tanaman pangan guna memenuhi kebutuhan pangan nasional.
“Jabar itu selain banyak pembangunan daerah ataupun pusat, juga harus menghasilkan pangan yang tinggi,” pungkasnya