Jabar Sambut Baik Wacana Cuti Satu Bulan Bagi Pria Mendampingi Istri Melahirkan

by -142 views

– Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik dua rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang akan mengatur tambahan pensiunan PNS serta cuti pendampingan melahirkan bagi PNS laki-laki selama 1 bulan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan pihaknya mendukung terkait kebijakan pertama perihal Cuti Alasan Penting (CAP) selama 1 bulan bagi PNS laki-laki untuk mendampingi istri melahirkan, asalkan tidak disalahgunakan.

“Jika diterapkan, ya harus benar-benar untuk mendampingi istri,” katanya di Bandung, Rabu (14/3/2018).

Iwa menilai kebijakan ini akan sangat berdampak positif bagi si suami, istri dan buah hati, mengingat kehadiran suami ditrngah proses persalinan anak hingga setidaknya mengurusi pasca persalinannya tidak begitu penuh.

“Istri ada support. Ini menciptakan suasana keluarga yang tenang dan damai bagi psikologis dan pertumbuhan anak,” ujarnya.

Menurutnya selama ini PNS tidak diatur untuk mengambil CAP panjang saat istri melahirkan. Pendampingan hanya dilakukan saat istri akan melahirkan dan setelah melahirkan perannya digantikan oleh kerabat.

“Selama ini memang belum diatur, setelah melahirkan suami tetap kerja,” paparnya.

Dia mengaku cuti 1 bulan bagi PNS secara lahiriah agak menganggu proses pekerjaan di kantor. Namun, secara teknis hal tersebut bisa diatasi dengan melimpahkan pekerjaan pada staf yang posisinya lebih tinggi.

“Akan ada jalan keluar, tapi sekali lagi cuti ini harus dimanfaatkan benar untuk mendampingi istri dan bayinya,” katanya.

Sementara itu, kebijakan lain yang diapresiasi pihaknya adalah rencana menaikan pensiunan bagi PNS. Iwa menilai kebijakan baru ini bisa menjawab kekhawatiran PNS yang setelah pensiun penghasilannya turun drastis.

“Penghasilan biasa 100% ini jadi 10 bahkan 5%, sementara begitu pensiun kebutuhan lebih besar,” tuturnya.

Menurutnya kebijakan ini merupakan apresiasi pusat dan keberpihakan pada PNS karena dengan perubahan tersebut selain membantu naiknya angka pensiun, kondisi APBN pun tidak akan terlalu berat.

“Ini juga harus menjadi perhatian bagi PNS agar merencanakan pensiun sejak jauh-jauh hari agar kaget, pendapatan berapapun seperlima atau sepertiganya harus ditabung,” katanya.

Pemprov Jabar sendiri setiap tahunnya mencatat rata-rata 300 sampai 500 orang PNS pensiun. Angka ini dinilai Iwa sudah tepat mengingat beban belanja pegawai Pemprov bisa berkurang.

“Sejak saya di Asda IV itu, targetnya menurunkan belanja pegawai dari 30% menjadi 7%, sekarang sudah tercapai belanja pegawai hanya 7-8%. Artinya belanja public lebih besar,” paparnya.

Kini jumlah PNS Pemprov Jabar tercatat hanya sekitar 12.300 menurun signifikan dari sekitar 16.000 orang. Di sisi lain pertambahan jumlah PNS dipastikan lebih sedikit dibanding yang pensiun.

 

“Kebijakan ini sesuatu yang baik, karena banyak kasus, PNS begitu pensiun banyak yang stress dan sakit,” pungkasnya

 

 

 

Sumber : http://www.inilahkoran.com