Jabar Siap Bangun Jalan Tol di Jalur Mudik

by -32 views

Jabar Siap Bangun Jalan Tol di Jalur Mudik

Jatinangorku.com – Mengatasi kemacetan pada arus mudik atau arus balik Lebaran menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Masalah itu tak kunjung selesai setiap tahunnya meski beberapa upaya seperti pelebaran dan pembuatan jalan baru telah dibangun di jalur mudik.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku pada Lebaran tahun depan pemerintah akan lebih mempersiapkan infrastruktur. Salah satunya pembangunan tol yang melintasi jalur mudik.

“Lebaran tahun depan, infrastruktur di antaranya tol lebih disiapkan. Dengan begitu urusan pemudik bisa terselesaikan,” tutur Heryawan kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (4/8/2014).

Meski begitu, pria yang akrab disapa Aher ini mengklaim pada arus balik tahun ini berjalan lebih lancar ketimbang arus mudik. Aher menilai waktu libur pada arus balik cukup panjang dibandingkan pada arus mudik.

“Liburnya cukup panjang, jadi terdistribusi,” kata dia.

Tak hanya itu, Aher menyebut para pegawai swasta tidak semua masuk hari ini. Dengan begitu jumlah penduduk yang memadati arus balik berkurang.

“Seperti di Jakarta juga tidak sepadat hari-hari biasa karena tidak semua masuk Senin,” jelas Aher.

Sementara itu, DPRD Jawa Barat mendorong pemerintah agar segera membangun jalan tol di jalur selatan Jabar. Hal tersebut guna mengantisipasi kemacetan yang selama ini kerap terjadi saat arus mudik ataupun arus balik.

Jalur selatan yang meliputi Bandung, Garut, Tasikmalaya, hingga Ciamis menjadi jalan utama yang harus dilalui pemudik, baik yang berasal dari Jakarta maupun kota-kota besar di Jabar.

Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi ini akan menimbulkan setumpuk persoalan mengingat terus bertambahnya jumlah pemudik dari tahun ke tahun. Terlebih, kawasan Nagreg dan Limbangan yang merupakan jalan utama di jalur selatan Jabar.

Anggota DPRD Jabar Yod Mintaraga mengatakan, pembangunan jalan tol di jalur selatan Jabar sangat diperlukan. Hal ini diyakini mampu menjadi solusi atas kemacetan yang selalu menghantui pemudik.

“Pembangunan jalur lingkar Nagreg menurut saya hanya menimbulkan masalah baru. Seharusnya dipercepat pembangunan jalan tol, dari Padaleunyi ke Tasikmalaya, Ciamis, hingga Banjar,” tutur Yod.

Menurut dia, pembangunan jalan tol selain menghilangkan kemacetan di saat musim mudik, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Jabar. Dia pun sering berdiskusi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat.

“Pembangunan jalan tol tersebut bisa segera terwujud jika seluruh pihak terkait memiliki komitmen dan kemauan yang baik. Saya pernah bicara dengan Kepala Bappeda (Jabar), rencana ke situ sudah ada, tinggal kemauan politik pembangunan,” tutur Yod.

Dia menilai kemacetan di jalur mudik tidak hanya diakibatkan menumpuknya jalur kendaraan. Kemacetan di perlintasan mudik pun terjadi akibat munculnya sejumlah pasar tumpah. Keberadaan pasar tumpah ini menjadi salah satu pemicu kemacetan di jalur utara Jabar.

“Aparat pemerintah dan kepolisian bisa mencari solusi terbaik terkait penanganan hal ini. Tertibkan pasar-pasar tumpah dan terminal di pinggiran jalan. Intinya, semua pemangku kepentingan, pihak-pihak terkait harus memberikan pelayanan bagi pemudik, agar mereka merasa nyaman di jalan dan aman,” tutup dia

Sumber : http://www.inilahkoran.com/