Jabar Tambah Dana Tanggap Darurat Bencana Rp20 M

by -42 views
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menambah dana tanggap darurat bencana hingga Rp20 miliar. Anggaran tersebut akan disuntik dari APBD Perubahan 2016 .
“Dana tanggap darurat bencana yang ada di kas pemprov saat ini Rp 10 miliar. Jumlah ini tidak mencukupi mengingat besarnya kebutuhan rehabilitasi pascabencana,” tutur Gubernur Ahmad Heryawan kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (26/9/2016).
Heryawan tidak menampik jika penambahan anggaran dikarenakan adanya banjir bandang di Garut dan Sumedang pekan lalu. Pria yang akrab disapa Aher ini menyebut untuk Kabupaten Garut saja mengajukan Rp44 miliar untuk perbaikan pasca bencana.
“Itu (dana yang diajukan) untuk keseluruhan jangka panjang, jalan, jembatan hingga sekolah,” ucap Aher.
Mengingat kebutuhan anggaran bencana cukup besar, malam kemarin Aher beserta stafnya di Pemprov Jabar kembali mengutak-atik anggaran perubahan yang kini masih dalam pembahasan. “Tambahan Rp20 miliar tersebut murni dari kas Pemprov. Malam tadi kita kasak-kusuk lagi, coret sana coret sini,” jelasnya.
Upaya tersebut dilakukan Aher lantaran Pemprov Jabar ingin ‎sigap dalam menangani bencana yang terjadi. Apalagi hingga saat ini belum ada kepastian bantuan dari pemerintah pusat.
“Makanya kita sediakan meski sangat mungkin pusat sediakan. Kalau pusat datang, tidak usah dipakai dana kita. Tapi mending kita pastikan provinsi ada,” bebernya.
Rincian Rp20 miliar itu akan digunakan untuk ‎relokasi warga dan membeli alat-alat kesehatan baru. Sebab, saat banjir bandang melanda Garut, banyak peralatan RSUD dr. Slamet yang terendam. Selain itu, alat-alat yang dibutuhkan Palang Merah Indonesia Garut pun turut rusak oleh musibah tersebut.
“Banyak alkes yang vital yang rusak seperti alat radiologi dan USG, macam-macam alat di UGD. Kalau enggak ada alat, UGD enggak jalan, terus alat laboratorium untuk periksa darah,” katanya.
Meski tergolong mahal, alat-alat kesehatan tersebut sangat penting sehingga keberadaannya menjadi prioritas. “Ini sangat mendesak,bayangkan kalau RSUD Garut tak bisa beroperasi, kan repot,” katanya.
Aher berharap dana tersebut bisa disepakati dalam pengesahan APBD Perubahan 2016 yang akan dilakukan bersama DPRD Provinsi Jabar. “Mudah-mudahan ketuk palu, pemeriksaan ke Kemendagri setengah bulan selesai,” tutupnya.
Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Yod Mintaraga menyatakan seharusnya Pemprov Jabar menambah anggaran untuk tanggap darurat bencana lebih besar lagi. Dia yakin bisa menggelontorkan anggaran hingga Rp30 miliar.
“‎Seharusnya bisa ditambah lagi. Karena selain Garut, Kabupaten Subang pun sangat memerlukan bantuan untuk rehabilitasi pascabencana,” tutur Yod di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
Menurut dia, ‎ berbagai kerusakan akibat bencana ini bisa segera diperbaiki agar kehidupan warga kembali berjalan normal. Yod pun mengaku jika dirinya sepakat dengan penambahan anggaran untuk tanggap darurat yang akan diparipurnakan