Jabar Targetkan Sanitasi 90 Persen di 2019

by -71 views
Jabar Targetkan Sanitasi 90 Persen di 2019Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyelesaikan Road map sanitasi tingkat provinsi, sehingga ditargetkan pencapaian sanitasi layak di Jabar mencapai 90 persen pada 2019.‎
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menuturkan, Road map sanitasi seluruh Jabar tersebut saat ini sedang dalam proses legalitas. Dalam road map tersebut, pihaknya juga sudah merumuskan target akses universal sanitasi 2019, sebagaimana yang telah diamanatkan oleh pemerintah pusat.
“Target capaian 90% sanitasi layak dan 10% layanan dasar tahun 2019, serta pendistribusian target askes universal sanitasi tersebut untuk setiap kabupaten/kota,” katanya saat dihubungi, Rabu (11/5/2017).
Menurut dia, Pemprov telah berinisiatif melakukan upaya sinergitas pendanaan sanitasi, melalui program bantuan keuangan bagi kabupaten/kota, yang besarnya mencapai rata-rata Rp 220,6 miliar per tahun dalam tiga tahun terakhir ini.
“Ini belumlah cukup untuk menyelesaikan segala persoalan pembangunan sanitasi yang dipercepat di Jabar,” ujarnya.
Meski demikian, Iwa mengakui sebenarnya pembangunan sanitasi permukiman merupakan kewajiban pemerintah kabupaten/kota. Namun menurutnya peran kabupaten/ kota di Jabar ini masih perlu dioptimalkan.
“Beberapa indikator kinerja pembangunan sanitasi permukiman masih bisa ditingkatkan jauh lebih baik lagi,” paparnya.
Seperti halnya program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang diterapkan di lingkungan dinas kesehatan yang merupakan metode yang efektif untuk pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan sanitasi. Hanya saja belum semua kabupaten/kota melaksanakannya secara maksimal ataupun optimal.
Selain itu, program monitoring dan evaluasi pembangunan sanitasi, dengan leading sektornya dinas lingkungan hidup, masih perlu lebih digiatkan lagi, yaitu harus lebih meng-update data dan mengunggahnya ke dalam pemantauan kinerja sanitasi, melalui sistem informasi sanitasi berbasis web yang disebut nawasis (national water sanitation information system).
“Nawasis ini, selain sebagai sarana monitoring dan evaluasi, berfungsi juga sebagai etalase “pemasaran” program sanitasi kepada berbagai sumber pendanaan,” ujarnya.
Pihaknya mencatat capaian target kinerja pembangunan sanitasi di Jawa Barat tahun 2016 untuk penanganan air limbah sudah mencapai sebesar 65,14% dari target capai RPJMD 2018 69. Sementara itu, capaian penanganan persampahan perkotaan di Jabar pada tahun 2016 sebesar 66,26% dari target RPJMD 2018 sebesar 70%, serta target capaian nasional sebesar 80% tahun 2019.
Menurut dia, hal-hal yang sudah dicapai selama keikutsertaan provinsi jawa barat dalam program Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, antara lain sebanyak 23 kabupaten/kota telah temiliki dokumen strategi sanitasi kabupaten/kota (SSK) yang telah selesai di-review tahun 2015 dan 2016.
“Tahun ini, sebanyak 4 kabupaten akan melaksanakan review SSK yakni Kuningan, Subang, Tasikmalaya dan Garut,” ujarnya.
Pihaknya juga mengkaji masih banyak implementasi infrastruktur sanitasi yang tidak tepat sasaran, karena lokasi sarana prasarana sanitasi dibangun di lokasi yang tidak berada dekat di wilayah masyarakat sasaran. Karena itu, pihaknya mengharapkan agar dinas yang menangani kecipta-karyaan untuk berkoordinasi lebih intens dengan dinas kesehatan yang memiliki cukup informasi serta adanya pelaksana lapangan dalam aspek kesehatan lingkungan.
Yang tidak kalah penting dalam kinerja pembangunan sanitasi adalah peran bappeda kabupaten/kota dalam mengawal dan mendorong SKPD terkait sanitasi, menurut Iwa agar lebih proaktif mengusung usulan program sanitasi dari dokumen SSK ke dalam system penganggaran pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam musrenbang.
“Masih banyak usulan program kegiatan santasi kabupaten/kota yang tidak masuk ke dalam sistem RKPD on-line pada waktunya. Oleh kaena itu, hal ini agar menjadi perhatian semua pihak,” pungkasnya