Jabar Teken MoU Sister Province dengan Khartoum

by -59 views
Jabar Teken MoU Sister Province dengan Khartoum Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Negara Bagian Khorum, Sudan resmi menjalin kerjasama dengan ditandai Penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU) oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Gubernur Khartoum Abdelrahim Mohamed Hussein Abdelkarim di Gedung Pakuan, Sabtu (7/10/2017) malam.
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Letter of Intent pada kunjungan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada Januari 2017 lalu ke Sudan. Kerjasama keduanya meliputi berbagai hal sebagai bagian dari kerjasama Sister Province.
“MoU ditandatangani tanda kerja sama dalam bentuk sister province terjadi resmi antara Provinsi Jawa Barat dan negara bagian Khartoum. Kemudian kerjasama bisa dalam berbagai hal, ilmu dan teknologi, dalam pertanian, peternakan dalam kebudayaan, dan pariwisata,” kata Gubernur yang biasa disapa Aher, usai penandatangan MoU dan galadinner di Gedung Pakuan.
Aher menjelaskan, banyak kerjasama yang bisa dilakukan dengan Sudan untuk diterapkan di Jawa Barat. Terutama di bidang peternakan dan pendidikan.
Aher mencontohkan, potensi ketahanan pangan dari hewan-hewan seperti sapi, kambing, domba yang melimpah di sana menjadikan harga daging di Sudan terbilang murah. Menurutnya hal tersebut bisa dikerjasamakan dengan Jawa Barat sehingga harga daging di Jawa Barat juga bisa murah.
Sementara itu, di bidang pendidikan berpeluang untuk bisa dikerjasamakan, seperti peningkatan kuantitas pertukaran pelajar dan pemberian beasiswa untuk pelajar asal Jawa Barat di sana.
“Banyak mahasiswa kita juga dapat beasiswa dari Sudan. Khususnya belajar ilmu-ilmu syariah. Ada seribuan. Kita juga ada beasiswa dari negara kita untuk mahasiswa dari Sudan meskipun lebih banyak Sudan yang memberi daripada kita,” ujarnya.
Sementara itu Aher menyebut, Khartoum membutuhkan kerjasama di bidang industri dengan Jawa Barat, utamanya dalam bidang bisnis furniture yang saat ini terus menggeliat di sana.
“Kemudian yang dibutuhkan sudan itu pelatihan-pelatihan. Karena di sana industri kecil menengah sedang berkembang sehingga membutuhkan pelatihan-pelatihan. Dari kita bisa melatih di sana, kita juga bisa mendapat bahan baku di sana,” tuturnya.
Aher mengatakan MoU sister province ini akan menjadi landasan berbagai kerjasama yang akan dijalin. Kedua belah pihak pun dipastikan segera membentuk tim yang merumuskan potensi kerjasama yang bisa dijalin dalam waktu dekat.
Sementara itu Gubernur Khartoum mengatakan Sudan dan Indonesia memiliki ikatan emosional yang kuat. Terutama Bandung dan Jawa Barat. Sebab, kemerdekaan Sudan pertana dideklarasikan di Bandung pada peristiwa Konferensi Asia Afrika 1955 lalu.
“Bandung adalah ibukota Jawa Barat dan kota di mana kemerdekaan Sudan dideklrasikan. Kemerdekaan Sudan pertama kali dideklarasikan di Bandung kemudian baru di Sudan. Karena itu masyarakat Sudan memiliki hubungan yang sangat kuat yang sangat emosional dengan Bandung dan Jawa Barat,” kata Gubernur Abdelrahim.
Menurut Abdelrahim banyak peluang kerjasama yang bisa dijalin dua provinsi ini. Mulai dari perdagangan, Iptek, pariwisata hingga kebudayaan. Pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan menentukkan tim merumuskan langkah-langkah lanjutan.
“Jadi kesepakatan ini membutuhkan berbagai instrumen untuk mampu menjalankannya. Salah satunya membentuk tim kerja secepatnya. Banyak instrumen lain juga untuk menyukseskan kerjasma ini,” pungkasnya.