Jadi Warisan Budaya Dunia, Warga Sunda Harus Jaga Angklung

by -75 views
Alat musik angklung yang merupakan warisan asli masyarakat Sunda kini sudah mendunia. Sejak tahun 2010 silam, UNESCO – badan Perserikatan Bangsa-bangsa yang mengurusi masalah pendidikan dan budaya – menetapkan alat musik bambu itu sebagai warisan budaya dunia.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, sebagai warisan budaya dunia, tentu saja angklung membuat masyarakat Sunda sedikit memiliki kebanggaan karena dapat mewakiliki Indonesia di pentas internasional. Rasa bangga ini tentu saja harus selaras dengan upaya dan peran serta masyarakat Sunda dalam memelihara kelestarian angklung.
“Kita tentu saja bersyukur angklung dapat menjadi warisan budaya dunia. Pada saat angklung menjadi warisan nasional, maka warga Indonesia wajib menjaganya. Ketika menjadi warisan dunia maka semua harus menjaganya, namun masyarakat Sunda tetap harus menjadi yang terdepan,” kata Aher dalam perayaan Hari Angklung 2016 di lapangan Gedung Sate, Bandung, Minggu (20/11/2016).
Aher mengajak kepada ribuan pelajar dari berbagai jenjang yang datang ke Gedung Sate untuk turut aktif melestarikan angklung. Di mata Aher, kehadiran ribuan pelajar tersebut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri karena membuktikan masih banyak warga Jawa Barat yang ingin memelihara dan melestarikan angklung.
“Insya Allah kita bertekad terus melestarikan angklung. Mari kita sebar pesan perdamaian kepada dunia dengan angklung,” kata Aher.
Ditemui di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Ida Hernida mengatakan Hari Angklung bertujuan untuk meningkatkan kecitaan dan kepedulian terhadap alat musik bambu tersebut.
“UNESCO menetapkan angklung sebagai warisan dunia pada tahun 2010, ini tentu saja sebuah kebanggaan bagi kita semua warga Jawa Barat,” kata Ida