Jaga Kualitas Pilpres

by -11 views

Jaga Kualitas Pilpres

Jatinangorku.com – Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 telah memasuki masa tenang. Namun momen ini dianggap paling krusial karena rawan akan aksi pelanggaran seperti politik uang.

Demikian diungkapkan tokoh Jawa Barat, Tjetje Hidajat Padmadinata kepada wartawan di sela-sela acara Riungan Stakeholder Jabar ‘Pilpres Kuduna Damai Jeung Demokratis’ di RM Sindangreret, Minggu (6/7/2014).

Dia mengimbau penyelenggara dan peserta Pilpres untuk menghindari kecurangan pada penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahun ini. Hal ini karena kecurangan sudah merajalela.

“Saya mengimbau untuk menghormati pesta demokrasi ini dengan tidak melakukan kecurangan. Kita ingin Pilpres yang kondusif dengan tidak melakukan pelanggaran seperti money politics dan lain-lain,” ujarnya.

Kemenangan Pilpres dengan melakukan kecurangan tidak hanya merupakan sebuah kesalahan dan pelanggaran Pilpes 2014. Tapi juga sangat hina karena melakukan hal-hal yang melanggar peraturan yang sudah ditentukan.

“Dalam pandangan saya seperti itu. Menang dengan cara curang, tidak hanya salah tapi lebih jauh lagi adalah sangat hina,” ungkapnya.

Kecurangan yang terjadi di dalam pesta demokrasi di Indonesia sudah terjadi sejak 2004 lalu. Ketika itu, dirinya yang masih menjadi anggota DPR RI dan masuk tim monitoring KPU.

Temuan pelanggaran ini bahkan dilakukan juga oleh oknum panitia penyelenggara. Meski begitu, temuan pelanggaran ini sama sekali tidak ditindaklanjuti.

Menurutnya, kecurangan ini membuat kualitas pilpres terus merosot. Karena itu, pihaknya tidak ingin hal ini terjadi di Pilpres 2014.

“Kualitas demokratis juga tidak meningkat,” jelasnya.

Menjelang pelaksanaan pencoblosan 9 Juli, Tjetje berharap kedua kubu untuk saling menghormati dan tidak menjelek-jelekkan satu sama lainnya.

Namun demikian, dirinya yakin masyarakat Jabar sudah sangat dewasa dalam menyikapi segala terpaan informasi positif maupun negatif.

Dia juga berharap kepada presiden terpilih kelak untuk memikirkan dan memperhatikan Jabar. Dengan jumlah penduduk terbanyak, seharusnya provinsi ini mendapat perhatian dan perlakukan khusus oleh pemimpin bangsa.

“Selama ini, Jabar hanya menjadi lumbung suara saja tanpa mendapatkan apa-apa,” pungkasnya.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/