Jalan Bergelombang, Garut-Tasikmalaya Suguhkan Pemandangan Indah

by -104 views

Jatinangorku.com – Salah satu jalan alternatif yang bisa anda ambil untuk menuju Tasikmalaya dari Bandung yaitu melalui Garut dan Singaparna. Atau sebaliknya, jika anda kembali ke Kota Bandung dari Tasikmalaya atau Jawa Tengah bisa menggunakan jalur Singaparna menuju Garut lalu ke Bandung.

Dari Tasik kota, kami tidak melewati jalan-jalan protokol menuju Singaparna. Kami lebih memilih jalan tikus melewati daerah Cibeuti – Sukahideng. Daerah ini merupakan daerah pemukiman warga dengan infrastrukrut jalan yang lumayan bagus, namun jalan ini terbilang sempit dan minim PJU juga rambu-rambu lalu lintas.

Setibanya di Singaparna, ada beberapa titik yang harus anda waspadai sebagai daerah rawan macet.

Menurut Kapolres Tasik, AKBP Susnadi, S.Ik, melalui Kabag Opsnya, Kompol Rikky Aries Setiawan, S.ST, Alun-alun Singaparna menjadi salah satu tempat yang rawan macet jika para pemudik melewati jalur Garut-Singaparna.

“Lalu ada juga pertigaan Kudang dan SP. 4 Muktamar itu juga termasuk lokasi rawan macet,” ujar Rikki saat ditemui galamedianews.com di ruang kerjanya, Sabtu (27/6/2015).

Selain salah satu daerah rawan macet, Alun-Alun Singaparna pun menjadi lokasi ‘trouble spoot’ dan rawan kriminalitas. Oleh karena itu, kata Rikki pihaknya telah menyiapkan sekitar 13 personel yang dipimpin satu orang Kompol.

“Kita ada CB kanalisasi digunakan antisipasi kemacetan arus akibat meningkatnya aktifitas masyarakat dilokasi pasar tumpah Singaparna. Jalur kanalisasi ini dari mulai pintu masuk alun-alun sampai pos alun-alun Singaparna,” kata Rikki.

Sarana yang digunakan yaitu water berier sepanjang pintu kanal sampai dengan pos alun-alun, public address, papan penghimbau, penyebrangan, tali tambang dan zebra cross.

Selain rawan macet, jalur alternatif Singaparna – Garut juga rawan kecelakaan dan longsor. Hal tersebut dikarenakan jalur ini sangat sempit dan berkelok-kelok. Belum lagi deratan tebing disebelah kiri dan jurang diseblah kanan membuat anda harus ekstra hati- hati jika melintas jalur tersebut.

Selain jalan yang sempit dan berkelok juga rawan longsor, jalur Singaparna – Garut minim PJU dan kontur jalan yang bergelombang.

Menanggapi hal tersebut, Rikky  mengatakan jika pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait tentang masalah minimnya PJU di daerah tersebut.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait tentang masalah minimnya PJU di wilayah tersebut. Mudah-mudahan Senin ada jawabannya,” kata Rikky.

Selain minimnya PJU, ada beberapa titik jalan bergelombang dijalur Singaparna – Garut. Hal tersebut dikarenakan beratnya beban dari kendaraan-kendaraan berat yang melintas diwilayah itu.

Oleh karena itu, Rikky pun meminta para pemudik untuk hati-hati jika melewati jalur Singaparna – Garut.

“Kita sudah koorinasi juga dengan PU Bina Marga dan sudah ada beberapa titik perbaikan. Deadlinye beres tanggal 4 Juli nanti,” katanya.

Sempit dan berkeloknya jalan menjadi pemandangan anda jika melalui jalur ini. Memasuki wilayah Garut pun kondisi jalan masih tetap sama seperti di wilayah Tasik-Singaparna. Namun, hamparan pemandangan alam akan sedikit memanjakan mata anda. Apalagi, anda bisa berhenti dan melihat keindahan alam di wilayah Garut dengan memarkirkan kendaraan anda di Masjid Al-Muna yang ada di kiri jalan.

Sumber : http://www.galamedianews.com/