Jalan di Sumedang Kekurangan RPPJ

by -55 views

Jalan di Sumedang Kekurangan RPPJ

Jatinangorku.com – Sejumlah ruas jalan, baik dengan status jalan kabupaten, provinsi maupun jalan nasional di wilayah Kab. Sumedang, masih minim rambu permulaan penunjuk jalan (RPPJ). Kepala Dinas Perhubungan Telematika dan Informatika (Dishubkominfo) Kab. Sumedang, Teddy Mulyo­no, S.H., M.Si. di ruang kerjanya kepada “GM”, Rabu (18/6) mengatakan, RPPJ sangat penting dalam menjamin kenyamanan dan keselamatan selama di perjalanan.

“RPPJ sangat membantu masyarakat yang belum mengetahui medan jalan atau yang baru pertama kali melakukan perjalanan di wilayah Sumedang,” katanya.

Hasil evaluasi, RPPJ dan sejumlah rambu lalu lintas yang sudah terpasang, diperkirakan baru 60% saja. Pemasangan rambu lalu lintas diprioritaskan di titik rawan bencana, kecelakaan, dan kejahatan.

“Di samping masih minim rambu lalu lintas, kita juga masih membutuhkan penambahan penerang­an jalan umum (PJU) di sejumlah titik rawan. Dan untuk kebutuhan PJU itu, kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Sumber Daya Energi,” katanya.

Pemenuhan sejumlah fasilitas umum itu sangat mendesak, mengingat sebentar lagi akan menghadapi persiapan munggahan (jelang Ramadan) dan arus mudik Lebaran. Pada momen tersebut, beberapa ruas jalan di wilayah Sumedang kerap dijadikan jalur alternatif.

“Untuk itu dengan berbagai keterbatasan, kami akan berusaha memenuhi RPPJ dan melengkapi rambu lalu lintas lainnya. Khususnya untuk dipasang di jalur alternatif dengan status jalan kabupaten. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas di jalan provinsi dan nasional akan kita usulkan ke Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Berapa rambu lalu lintas yang terbuat dari pelat aluminium yang terpasang di sejumlah titik, rawan aksi pencurian. Demikian pula dengan guardrail (pagar pengaman jalan) yang terpasang di sejumlah lokasi, tidak luput dari ulah tangan-tangan jahil.

“Diduga karena kualitasnya bagus dan laku dijual, keberadaannya jadi menarik perhatian pencuri. Pencurian sering terjadi, terutama di lokasi-lokasi yang jauh dari permukiman atau pengamatan,” ungkapnya.

Ke depan, fasilitas tersebut, terutama untuk rambu lalu lintas, akan dibuat dari bahan serat karbon. “Sekarang tidak ada pilihan lain, kecuali mengganti bahannya dengan yang tidak disukai pencuri. Ya seperti dengan serat karbon atau fiber,” tegasnya.