Jalur Sumedang-Bandung Mulai Diperbaiki

by -10 views

Jalur Sumedang-Bandung Mulai Diperbaiki

Jatinangorku.com – Terhambatnya perjalanan dari Bandung menuju Sumedang atau sebalik­nya akibat jalan yang rusak berat, kini mulai teratasi. Sejumlah aktivitas perbaikan dan pelebaran jalan di jalur ter­sebut secara bertahap dilakukan Balai Besar Penanganan Jalan (BBPJ) Wila­yah IV Kementrrian Pekerjaan Umum. 

Pada tahap awal perbaikan dimulai dari kawasan Tanjungsari-Jatinangor. “Alhamdulillah, secara bertahap sudah mulai ada penanganan jalan, di wila­yah Tanjungsari dan Jatinangor,” kata Bupati Sumedang, Drs. H. Ade Irawan, M.Si. kepada “GM” melalui telepon se­lu­lernya, Kamis (15/5).

Menurut Ade, penanganan jalan di wilayah tersebut tidak lepas dari usaha keras dan komitmen pemerintah dae­rah dalam menindaklanjuti aspirasi ma­syarakat, yang menghendaki jalan nasional di jalur Sumedang-Bandung, tepatnya mulai wilayah Kec. Jatina­ngor-Tomo, secepatnya diperbaiki. 

“Penanganan jalan di wilayah Jati­na­ngor dan Tanjungsari merupakan hasil kerja pemerintah daerah, yang terus mendesak Kementerian PU, agar jalan nasional yang ada di wilayah Su­medang secepatnya diperbaiki,” ung­kapnya.

Menurut Ade, saat melakukan pertemuan dengan Kepala BBPJ Wilayah IV, Bambang Hartadi, beberapa waktu lalu, diperoleh keterangan perbaikan jalan nasional mulai dari wilayah Jatinangor-Tomo, dijanjikan bisa tuntas H-7 Lebaran 1435 H.

Menurutnya, perbaikan akan dilaku­kan secara bertahap. Tahap pertama akan dilakukan mulai dari ruas jalan Jatinangor-Tanjungsari, sedangkan tahap dua ruas jalan Tanjungsari-Cijelag (Tomo). 

“Seperti kita ketahui, pemerintah pu­sat dalam hal ini pihak Kementerian Pekerjaan Umum tengah menangani ruas Jalan Jatinangor-Tanjungsari. Mudah-mudahan pemerintah pusat bisa menepati janjinya untuk menuntaskan perbaikan jalan nasional tersebut paling lambat H-7 Lebaran 1435 H,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan dan pengelolaan median jalan yang ada di wilayah Jatinangor kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, setelah pemerintah pusat mengabulkan permohonan pemerintah daerah untuk mengambil alih pengelolaan. “Jadi sekarang pemerintah daerah bisa dengan mudah untuk menata keberadaan median jalan tersebut,” katanya.

Karena itu, pihaknya akan menja­­dikan median jalan yang ada di depan Kampus IPDN Jatinangor, menjadi etalase kota. “Ke depan median tersebut harus bebas dari rek­la­me yang bisa merusak dan mengganggu keindahannya,” tegas Ade.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/