Jaminan Hidup Korban Longsor Sumedang Ternyata Belum Diberikan

by -34 views

Jaminan hidup (Jadup) warga korban longsor Sumedang masih belum dibayar. Korban longsordi Kecamatan Sumedang Selatan ini tinggal di hunian sementara (Huntara) Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya. Warga korbanlongsor yang terdri dari 105 kepala keluarga ini diberi jatah hidup selama tiga bulan yang besarnya Rp 10 ribu per hari.

“Sampai saat ini dana jaminan hidup itu belum turun dari pusatnya dan kami terus melakukan koordinasi supaya pencairan jaminan hidup segera bisa dilakukan,” kata Jiji Atmaja, Kabid Kesejahteraan Sosial Dinsosnaker, Selasa (13/12/2016).

Menurutnya, jaminan hidup itu diberikan selama tiga bulan dan setelah itu dihentikan. “Selama tiga bulan warga yang menjadi korban longsor mendapat jaminan hidup,” katanya.

Jadi, terang dia, walaupun warga korban longsor itu masih tinggal di hunian sementara tapi waktunya sudah lebih dari tiga bulan maka tak mendapat jaminan hidup lagi. “Aturannya jaminan hidup itu untuk tiga bulan jadi kalau warga korban longsor masih tetap tinggal di huntara, tak mendapat lagi jaminan hidup,” katanya.

Selain menunggu pencairan jaminan hidup, Pemkab Sumedangjuga masih menunggu kepastian Pemprov Jabar menghibahkan perumahan yang diperuntuan untuk orang terkena dampak Jatigede di Desa Sakurjaya. “Pemkab sudag mengajukan permohonan dan saat ini sedang diproses,” kata Sekretaris Daerah Zaenal Alimin, Selasa (13/12/2016).

Menurutnya, pemkab berharap perumahan eks Jatigede dihibahkan karena korban bencana longsor sudah kerasan tinggal disana. “Kami berharap proses hibah cepat dilakukan karena korban longsor juga sudah kerasan tinggal disana,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah tidak ingin mengganggu kenyamanan mereka ketika sudah kerasan tinggal di Sakurjaya.