“Jangan Rugikan Warga” Apartemen Di Jatinangor Menuai Pro-kontra

by -119 views

“Jangan Rugikan Warga” Apartemen Di Jatinangor Menuai Pro-kontra

Jatinangorku.com – Merebaknya sejumlah apartemen di kawasan pendidikan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menuai pro dan kontra dari warga. Mereka menuntut keberadaan bangunan-bangunan tinggi di kawasan Jatinangor bisa berdampak positif dan membawa maslahat, bukan justru merugikan warga.

Dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Rakyat Antikorupsi Sumedang (Baraks), Abah Jeep, sebelum melangkah ke proses izin pembangunan, hal penting yang harus dilakukan investor yaitu memperhatikan keinginan warga, berupa fasilitas umum dan fasilitas sosial.

“Sikap tersebut hukumnya wajib karena warga yang akan terkena dampak pembangunannya, baik positif maupun negatif,” kata Abah kepada wartawan di kantor Kecamatan Jatinangor, Kamis (14/8).

Jika sudah ada sosialisasi yang jelas, lanjutnya, maka dianggap cukup bijaksana agar investor berpamitan dulu kepada warga sebelum melangkah ke persoalan izin ke birokrasi.

Abah yang didampingi Ketua Perkumpulan Gerakan Djatinangor (Pagerdjati), Agus Bustanul Arifin mengingatkan agar pembangunan apartemen di Jatinangor tidak kembali tersandung permasalahan hukum.

“Jangan sampai seperti yang sudah-sudah, ngebangun salah satu appartemen di Jatinangor, ujung-ujungnya ada warga dan pejabat Pemkab Sumedang yang diperiksa oleh Polda Jabar. Kejadian itu harus dijadikan pelajaran oleh investor,” terangnya.

Membunuh pengusaha lokal

Saat ini, di Jatinangor terdapat lima unit apartemen yang pembangunannya masih dalam proses. Di antaranya, kata Abah, apartemen Easton Park, Sky Land, Taman Melati, Pinewood 1 dan 2.

Dia memastikan keberadaan apartemen tersebut secara tidak langsung akan membunuh pengusaha lokal, termasuk pemilik usaha kos-kosan.

“Korelasinya akan datang warga baru yang sudah pasti membawa budaya baru. Beberapa pemilik ruangan di apartemen itu, domisili awalnya berbeda-beda. Sehingga, warga melalui aparat RT, RW, dan desa wajib mengawasi eksistensinya, sekaligus mendata kependudukan dan status sosialnya. Tujuannya agar tertib administrasi,” paparnya.

Jika perlu, katanya, maka semua komponen masyarakat di Jatinangor bersikap kompak dalam mengontrol mobilisasasi para penghuni apartemen itu.

“Demi kebaikan, warga boleh turut memantau langsung semua aktivitas penghuni appartemen. Tidak menutup kemungkinan, di sana pun diduga terdapat segelintir oknum dugaan pelaku kriminal atau PSK,” katanya.

Yang harus diperhatikan, tambahnya, pengadaan air bersih di apartemen. “Kami tidak mau mendengar izin pembangunan artesis bisa seenaknya. Tolong perhatikan kepentingan air bagi warga Jatinangor lainnya,” tegas Abah.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/