Jangan Sepelekan Bau Mulut

by -49 views

Jangan Sepelekan Bau Mulut

      Jatinangorku.com – “Bau mulut itu dapat disebabkan beberapa faktor, dan harus diperhatikan satu persatu. Mulai dari gigi berlubang, karang gigi, radang gusi, hingga gangguan pencernaan,” papar Wakil Dekan Bidang Akademik FKG UI Dr drg Armasastra Bahar. Dia menjelaskan, semua radang yang terjadi di dalam tubuh, mulai dari radang tenggorokan, amandel, sampai pada penyakit berat seperti diabetes melitus bisa menyebabkan bau mulut. Sebab itu, jika sudah merasakan bau mulut, sebaiknya melakukan perawatan. Hal pertama yang harus diketahui adalah mencari  penyebabnya, kemudian barulah melakukan perawatan. Sebab tidak semua kasus gigi berlubang mengakibatkan bau mulut, tetapi jika lubang gigi sudah terlalu besar kemungkinan bisa,” paparnya. 
  

   Sementara itu, drg Marik Guizot dari Bali Dental Clinic mengungkapkan, penyebab halitosis yang paling umum justru berasal dari gigi. Maklum saja, gigi termasuk organ tubuh yang kurang diperhatikan dengan baik. Kecenderungan malas untuk berobat ke dokter gigi dapat ditemui di semua lapisan masyarakat, bahkan termasuk dari kalangan berpendidikan sekalipun. Rupanya, perasaan takut saat pencabutan gigi, masih menjadi alasan bagi sebagian orang. Padahal, gigi berlubang yang tidak terawat dengan baik akan membentuk abses (pengumpulan nanah) memerlukan suatu penanganan khusus. Jika sampai gigi berlubang tersebut dibiarkan tanpa adanya penanganan akan membuat bakteri-bakteri berkembang dengan leluasa.
  

   Bakteri yang hidup di dalam mulut pasti akan memetabolisasi jaringan-jaringan mati di situ, yang akhirnya akan menimbulkan bau. drg Marik Guizot menambahkan, bahwa ada berbagai faktor yang menyebabkan bau mulut seperti makan makanan yang “beraroma”. Contohnya jengkol, petai, bawang putih dan durian menumpuk hingga menimbulkan plak pada gigi, gusi, lidah, sampai gigi tiruan sekalipun. “Selain itu, ada pula faktor lain seperti kelainan organik yang diakibatkan oleh penyakit kronis. Misalnya, gangguan liver yang kronis sampai gangguan fungsi ginjal, serta diabetes yang tidak terkontrol, sinusitis kronis, dan lain-lainnya serta juga gaya hidup, seperti kebiasaan diet, minum alkohol, perokok dan makan tidak teratur,” paparnya.

   Pada orang yang menderita halitosis, kadar Volatile Sulfur Compound (VSCs) di dalam mulut mengalami peningkatan. VSCs sendiri merupakan zat yang terdapat di dalam rongga mulut. Zat ini mengandung hidrogen sulfid, metil mercaptan, dan dimetil disulfid, yang merupakan produk bakteri atau floral normal rongga mulut. Dengan meningkatnya kadar VSCs dalam mulut, bisa menyebabkan bau VSCs tercium oleh indra penciuman. Penyebab lain yang bisa menyebabkan bau mulut yaitu hidung, jantung, atau karena penyakit tertentu. Misalnya kencing manis, infeksi paru-paru, serta infeksi lambung atau usus. Namun, pada anak bisa disebabkan ada benda asing yang masuk ke hidung dan tidak terdeteksi sehingga terjadi pembusukan sampai menimbulkan bau yang tidak sedap.

   Disamping itu, bau mulut juga bisa terjadi karena pengaruh sisa-sisa makanan yang ada di dalam mulut. Apabila ini terjadi, akan mengundang aktivitas bakteri secara berlebihan. Langkah awal untuk mengetahui apakah seseorang memiliki bau mulut adalah dengan meletakkan telapak tangan di depan mulut lalu hembuskan udara dari mulut. Anda mungkin kaget sendiri setelah mencium bau yang kurang sedap dari mulut. Caranya, katupkan bibir rapat-rapat dan kemudian hembuskan udara keras-keras melalui hidung ke arah telapak tangan atau dengan menggunakan kartu ukuran 3×5 cm. Kemudian dekatkan telapak atau kartu tersebut pada hidung. Setelah mengetahui bahwa seseorang bau mulut, langkah selanjutnya dengan mencari penyebabnya.

   Untuk menghilangkan bau mulut yang disebabkan oleh gigi dapat juga digunakan obat kumur yang berfungsi sebagai penyegar. Selain itu, dapat juga mencoba obat tradisional seperti minum daun sirih, atau juga menggunakan pasta gigi dan permen. Perawatan rutin yang tak kalah penting adalah dengan membersihkan gigi dua kali sehari, pagi dan malam menjelang tidur. Bersihkan sisa-sisa makanan menggunakan dental floss, gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, melakukan kontrol gigi dalam 6 bulan sekali ke dokter gigi.

Atasi dengan Perawatan Tepat
   Salah satu faktor lainnya yang dianggap menyebabkan terjadinya bau mulut adalah kebiasaan merokok. Tidak hanya itu, rokok pun bisa menyebabkan warna gigi lebih kusam dan hitam akibat kandungan zat-zat berbahaya dalam sebatang rokok. Kandungan zat-zat tersebut tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, tapi juga bisa mengganggu pergaulan sehari-hari. Dampak lainnya dapat memicu penyakit-penyakit berbahaya, seperti jantung dan kanker. Kandungan Tardalam rokok misalnya yang menempel pada gigi. Awalnya gigi menjadi kuning, lama-lama kecokelatan bahkan kehitaman. Biasanya, jika seseorang perokok ingin kembali memutihkan gigi banyak yang suka dikerok. Jika hal itu sering dilakukan maka menybabkan lapisan email menjadi tipis. “Bagi anda yang suka merokok, sebaiknya rajin ke dokter gigi untuk membersihkan karang gigi. Namun, sangat dianjurkan sebaiknya untuk berhenti merokok sebelum semua organ tubuh anda menjadi rusak,” papar drg Devi Farida Utama dari RS Karyadi, Semarang.

   Meskipun pada banyak kasus bau mulut ini berasal dari faktor dalam mulut dapat pula disebabkan faktor dari luar mulut seperti dari hidung, faring, paru-paru, ataupun lambung. Pada dasarnya sebagian besar kasus bau mulut muncul dikarenakan keadaan rongga di dalam mulut. Normalnya, bau dari rongga mulut tidak tetap, tetapi berubah dari waktu ke waktu sepanjang hari dan tentu saja dipengaruhi usia, jenis kelamin, keadaan perut lapar, bahkan menstruasi. Bau mulut dapat terjadi pada seseorang yang sehat jika rongga mulut sama sekali tidak melakukan aktivitas apa pun kira-kira selama 1-2 jam misalnya.  Keadaan lainnya dapat timbul saat puasa, bangun tidur, maupun orang yang menggunakan gigi palsu yang jarang atau tidak pernah dibersihkan.

   “Bagi yang menggunakan gigi palsu jenis lepasan sangat rentan mengalami bau mulut, apalagi jika tidak rajin membersihkan serta menjaga kebersihan dari gigi palsu. Cara menjaganya antara lain dengan melepas gigi palsu pada  setiap malam dan merendam di air biasa serta jangan lupa untuk menyikatnya,” ungkapnya. Secara lebih lanjut, drg Marik Guizot dari Bali Dental Clinic menambahkan untuk mengatasi bau mulut, jelasnya harus mencari lebih dahulu sumber penyebabnya. Dalam mengatasi bau mulut karena karies maupun karena penyakit periodontal yang lain tentunya membutuhkan cara perawatan dan kondisi yang sebaik mungkin hingga tuntas. Meskipun, terkadang diperlukan antiseptik kumur guna membantu memelihara kebersihan mulut sekaligus mengendalikan populasi kuman dalam rongga mulut.

   Dalam perawatan bau mulut, hilangkan faktor-faktor yang menyebabkan akumulasi endapan makanan di dalam mulut. Untuk bau mulut yang disebabkan faktor sistemik atau penyakit tertentu di luar mulut, berobatlah ke dokter spesialis yang berkaitan dengan penyakit anda alami 

Sumber : http://www.agedental.com