Jatinangor Banjir karena Drainase Buruk

by -159 views

Kurang baiknya drainase di Jatinangor membuat kawasan itu rentan tergenang banjir jika hujan turun. Pada Jumat 11 November 2016, setelah hujan deras selama 2 jam, Jatinangor digenangi banjir.

Hujan mengguyur kawasan Jatinangor sekitar pukul 13.00 WIB. Luapan air dari saluran pembuangan naik dengan cepat. Kurang dari setengah jam, air langsung menggenangi kawasan Ciseke, pertigaan Jalan Winaya Mukti, serta jalanan di depan SPBU Cibeusi.

Setelah hujan reda, warga bahu-membahu membersihkan sampah yang berserakan terbawa banjir. Jika sampah-sampah tersebut dibiarkan, bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa menyumbat saluran pembuangan.

Jumena, warga Jatinangor menyayangkan tidak seimbangnya debit air dan daya tampung drainase. Menurutnya, debit air saat hujan terus bertambah karena semakin sedikit daerah resapan air. Jatinangor yang semakin dipenuhi bangunan, tidak diimbangi oleh memadainya daerah resapan air.

Saat banjir, Jumena menyatakan, air yang meluap dan menyebabkan banjir berasal dari gorong-gorong Danau Buatan Unpad. Air meluap hingga setinggi lutut termasuk di kawasan Ciseke Kecil.

”Air di selokan ini dari Cekdam (danau buatan) Unpad. Awalnya, selokan ini lebarnya hanya 1,5 meter, sekarang sudah ditambah jadi 2,5 meter tapi masih kurang juga. Kiriman air banyak. Kami berharap Unpad meninjau ke sini karena kiriman air ini berasal dari Unpad. Kalau dibiarkan semakin lama, di khawatirkan akan semakin parah,” kata Jumena