Jatinangor Masuk Zona Biru, Unpad Enggan Terburu-buru Buka Kampus

by -549 views
Jatinangor Masuk Zona Biru, Unpad Enggan Terburu-buru Buka Kampus
Jatinangor Masuk Zona Biru, Unpad Enggan Terburu-buru Buka Kampus

Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, Sumedang masuk ke dalam wilayah level kewaspadaan zona biru. Meski begitu, Unpad enggan terburu-buru membuka kampus untuk perkuliahan tatap muka.

“Jadi tidak langsung dibuka total untuk kegiatan normal. Sampai akhir Juli, kami masih tetap memberlakukan pembatasan akses kampus, WFH, dan perkuliahan daring,” kata Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi kepada detikcom, Selasa (9/6/2020).

Lebih lanjut, Dandi mengatakan risiko penularan COVID-19 saat ini masih tinggi. Dikhawatirkan ada mahasiswa yang menjadi pembawa Corona dari tempat asalnya.

“Kita harus menanggapinya dengan penuh kehati-hatian, karena pandemi belum selesai. Untuk menjaga menjalarnya penularan kembali, kita tidak dapat terburu-buru membuka kampus untuk mahasiswa yang mungkin merupakan carrier Corona dari tempat asalnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini Unpad masih berada di level C di mana kampus ditutup kecuali untuk laboratorium deteksi COVID-19 dan IT.

“Kalau ternyata ada masalah di akhir Juli atau ada kejadian pandemi yg parah kembali, masih ada kemungkinan diperpanjang. Tapi berdasarkan kebijakan rektor, Level C akan dilakukan sampai akhir Juli 2020,” kata Dandi.

Kemudian, jika level C sudah selesai pihaknya akan mempersiapkan memasuki level B. Akses kampus dibuka terbatas. Pembukaan terbatas ini meliputi pengaktifan Laboratorium Riset, khusus untuk kegiatan penelitian yang tidak bisa dilakukan secara daring.

Sementara itu, pendidikan profesi dan pascasarjana menggunakan kombinasi tatap muka dan daring (blended learning). Di level ini, perkuliahan reguler sarjana dan sarjana terapan masih didominasi oleh perkuliahan daring.

“Level B akan berlangsung di Semester Ganjil 2020/2021 dan bisa saja berlanjut. Karena itu, penilaian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebaiknya disikapi dengan pembukaan kampus secara bertahap, dan amannya setelah semester ini berakhir,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan dibukanya kembali universitas di Jabar didasarkan atas level kewaspadaan wilayahnya.

“Selama universitas itu ada di zona biru dan hijau maka rektor dipersilakan melakukan pembukaan sesuai dengan situasi level kewaspadaan sementara kalau universitasnya ada di zona kuning atau merah, maka itu tidak boleh,” kata dia melalui keterangannya, Senin (8/6).

Kemudian, Emil mencontohkan kampus Unpad dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang berada di kawasan Jatinangor, Sumedang.

sumber: detik