Jatinangor Nan Indah Permai Nasibmu Kini

by -54 views

Masyarakat jatinangor kabupaten Sumedang menunjukan keprihatinannya terhadap kondisi jatinangor saat ini,masyarakat menilai pemkab Sumedang provinsi jabar,seolah olah terlalu gampang untuk mengeluarkan perizinan terhadap beberapa pengembang property dikawasan jatinangor dan seakan menutup mata dalam menata ruang kota yang tertib,teratur,dan terarah.

Anton As (50) anggota FKPPI kab.Sumedang yang juga pemerhati jatinangor kepada eljabar.com mengatakan,masyarakat jatinangor menilai bahwa  pembangunan fisik di kawasan jatinangor lebih dahulu muncul dibandingkan dengan tata ruang yang akan dijadikan acuan,awalnya kawasan jatinangor itu merupakan lahan pertanian,Namun seiring perkembangan yang signifikan terjadi di Jatinangor sejak akhir 1970-an, berbagai perguruan tinggi (PT) berdiri dikawasan itu, seperti Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) serta Institut Teknologi Bandung (ITB) juga membuka kampus di Jatinangor setelah mengambil alih pengelolaan Universitas Winaya Mukti (Unwim).

Anton pun menambahkan Bukan hanya Perguruan Tinggi saja yang berdiri di Jatinangor. Beberapa tahun terakhir, di kawasan ini juga berdiri sarana lapangan golf dan beberapa Apartemen,hotel dan pembangunan yang dilakukan oleh perusahaan property lainnya,Sayangnya, perkembangan pembangunan fisik itu tidak diimbangi dengan penataan tata ruang yang sempurna,Sehingga berkesan tata ruang kota  yang muncul dilakukan tanpa perencanaan,ujarnya,Minggu (05/02).

Anton pun mengatakan penataan jatinangor yang tidak mengacu kepada tata ruang,tidak bisa dielakkan lagi, Pasalnya penataan Jatinangor tidak menggunakan managemen penataan kawasan Jatinangor yang terprogram.

“Ke depan, semua perizinan mohon dikaji lebih mendalam untuk penataan Jatinangor harus lebih baik lagi,Tanpa itu pengembangan kawasan ini semakin tidak terarah,”ujarnya

Anton pun menambahkan  yang pasti dengan pesatnya pembangunan khususnya di wilayah jatinangor tidak banyak berimbas positif kepada masyarakat Jatinangor,dari semua lini baik sektor Ekonomi dan Budaya terlebih Dampak lingkungannya seakan akan warga jatinangor menjadi tamu di rumahnya sendiri,pesatnya pembangunan di jatinangor yg semestinya membawa manfaat positif kepada warga jatinangor malah menimbulkan Masalah baru di semua lini, modernisasi yang begitu Cepat dan seharusnya berdampak positif malah membawa dampak negatif terhadap Penduduk jatinangor,diantaranya Kemacetan,banjir dan berbagai hal negatif lainnya, kita berharap Pemkab Sumedang lebih Selektif untuk mengeluarkan Perizinan,pembangunan yang akan dilakukan oleh beberapa pengembang diharapkan dapat menjadi Pelaku Utama yang dapat memberikan dampak positif untuk lingkungan dan Warga jatinangor,Saya prihatin melihat kondisi seperti ini kami hanya menjadi Penonton.ujarnya

Pemerhati jatinangor lainnya,Atep Somantri,sekretasis Paguyuban Warga Jatinangor (PWJ) mengungkapkan, pembangunan kawasan Jatinangor harus dilakukan secara sinergis. Pemerintah jangan sampai lost control dalam mengawasi pembangunan di kawasan itu,Pengawasan terhadap semua aspek pembangunan, mulai pembangunan ekonomi,sosial,dan budaya harus dilakukan secara intensif. Tanpa itu, semuanya menjadi tidak terkelola secara baik,” ujarnya

Atep pun mengatakan, akibat pembangunan Jatinangor yang tidak tertata secara baik, berbagai bangunan yang didirikan di kawasan itu, seperti pabrik,Apartemen,hotel, dan Mall,ibarat jamur di musim penghujan.

Atep menambahkan,salah satu akibat dari kondisi itu, yakni saat ini kawasan Jatinangor termasuk kawasan zona merah untuk pengeboran air tanah.

“Seiring berdirinya pabrik,apartemen, hotel,perumahan,dan mall di Jatinangor, pengelola fasilitas itu juga membuat sumur artesis. Seharusnya, setiap pembuatan satu sumur artesis, harus dibuat 20 sumur resapan. Namun, keadaan yang muncul menunjukkan, pembuat artesis kerap berbuat nakal. Ketentuan itu dilanggar seenaknya. Sangat wajar, jika saat ini Jatinangor dikategorikan sebagai zona merah,” ujarnya