Jatinangor Rawan Banjir

by -285 views
Jatinangor Rawan Banjir
Jatinangor Rawan Banjir

Jatinangorku.comJatinangor Rawan Banjir – Dilansir dari portal galamedia, Wilayah Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, termasuk rawan luapan air Sungai Cikeruh. Sehingga warga harus mengantisipasi banjir setiap memasuki musim hujan.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada Badan Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (BKBPMPB) Kab. Sumedang, Enang Mustopa kepada wartawan, usai memberikan pelatihan tanggap bencana di Aula Gerkopin Jatinangor, Jumat (13/9).

Jatinangor Rawan Banjir
Jatinangor Rawan Banjir

Acara yang diikuti puluhan aparat desa dan warga di Kec. Jatinangor itu bertujuan sebagai antisipasi banjir di musim hujan.

“Kami memberikan pelatihan tanggap bencana agar masyarakat waspada dan benar-benar tanggap saat musim penghujan datang. Beberapa wilayah di Jatinangor termasuk rawan banjir, di antaranya Desa Mekargalih, Cikeruh, dan Cintamulya,” ujarnya.

Dikatakannya, bencana bisa terjadi kapan saja dan tidak bisa diprediksi. Dengan begitu warga harus sudah tanggap. 

Dalam pelatihan tersebut, warga terlihat serius menyimak materi yang dipaparkan ketua tim relawan siaga bencana Kabupaten Sumedang, Bei Abdurahman. Mereka mengikuti pelatihan yang meliputi keterampilan dasar penanggulangan bencana.

Jatinangor Rawan Banjir

Asep, salah seorang warga mengaku menyambut positif program tersebut. “Kami jadi tahu langkah yang harus dilakukan mulai dari evakuasi ke tempat yang lebih aman, mendata serta menghitung warga atau tetangga, juga melaporkannya pada aparat setempat. Kita jangan panik dulu,” terangnya. 

Sementara itu, sejumlah warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai berharap dinas terkait menormalisasi Sungai Cikeruh yang saat ini dangkal dan menyempit.

“Pelatihan tanggap darurat ini sangat positif. Hanya yang terpenting, dinas terkait harus segera menormalisasi Sungai Cikeruh. Sebab banjir yang kerap menerjang sejumlah desa di Kec. Jatinangor itu luapan sungai yang mengalami penyempitan dan pendangkalan,” kata Jajang Durahman (40), warga Desa Makargalih.

Kepedulian warga Jatinangor terhadap kebersihan juga sangat penting. Membuang sampah pada tempatnya, serta peduli terhadap lingkungan, akan meminimalisir ancaman banjir di Jatinangor. Pola hidup yang tidak baik, seperti membuang sampah ke sungai harus dihilangkan.