Jelang Pemilukada, Baliho Kian Marak di Jatinangor

by -61 views



JATINANGOR (GM) – Jelang pelaksanaan pemilihan Gubernur Jabar dan Bupati Sumedang, pemasangan spanduk dan baliho bakal calon (balon) di kawasan timur, baik di Kec. Jatinangor dan Cimanggung, Kab. Sumedang serta Cileunyi dan Rancaekek, Kab. Bandung kian marak.

Pemasangan spanduk dan baliho itu sebagai upaya sosialisasi bakal calon yang akan makalangan pada pemilukada mendatang.

Pemasangan balongub dan balonbup tersebut terlihat di sejumlah titik di Jalan Raya Bandung-Garut. Sayang dalam pemasangannya tidak beraturan yang merusak estetika dan sebagian membahayakan.

Pantauan “GM” di lapangan, Minggu (9/9) kemarin, sejumlah baliho calon Gubernur Jabar tampak ada yang sudah rusak karena terkena sinar mata hari dan hujan, selain termakan usia. Tidak sedikit di antara baliho itu juga yang sobek, sehingga membuat lingkungan sekitar pun menjadi sareukseuk. Baliho dan spanduk itu dipasang dengan menggunakan bambu dan kayu. Ada juga yang ditempelkan pada pohon.

Pemasangan spanduk dan baliho bakal calon gubernur dan bupati itu dilakukan masing-masing partainya dengan lokasi jalur-jalur jalan yang padat kendaraan. Seperti di jalur Jalan Raya Bandung-Garut yang membatasi Kab. Bandung dan Sumedang. Selain itu terlihat juga di jalur Jalan Raya Cicalengka-Majalaya dan Jalan Rancaekek-Majalaya.

“Kami berharap pemasangan spanduk dan baliho calon gubernur dan bupati itu, jangan sampai mengganggu pengendara. Juga jangan sampai jatuh ke badan jalan dan menghalangi para pengendara,” kata Koswara (43), warga Cikancung kepada “GM” di Rancaekek, kemarin.

Menurutnya, ia sempat melihat sebuah baliho di jalur jalan Rancaekek dan Jatinangor tertiup angin kencang. “Baliho tersebut ambruk di atas trotoar dan menghalangi para pejalan kaki,” katanya.

Melihat mulai maraknya pemasangan spanduk itu, ditambahkan Saeful, seorang pengendara sepeda motor di Rancaekek, harus ada pengawasan dari pemerintah, termasuk para pemasangnya. “Jangan sampai ambruk dan merugikan,” harapnya.

Ia juga berharap pemasangan spanduk harus tertata rapi. “Jangan sampai di mana saja dan tidak beraturan,” katanya.

“Misalnya jangan sampai ada bambu dari spanduk dan baliho yang jatuh ke badan jalan dan menganggu para pengendara. Ini hanya untuk ketertiban dan kenyamanan kita bersama,” pungkasnya.

sumber : klik-galamedia