Jelang Pilkada Serentak 2018, Jasa Buat Ijazah Palsu Bermunculan

by -47 views

 Jasa pembuatan ijazah palsu muncul jelang Pilkada Serentak 2018 di wilayah Bogor dan sekitarnya. Kepolisian Resor Bogor menangkap seorang pelaku yang diketahui bisa memalsukan ijazah sekolah menengah atas di Bogor, Bekasi dan sekitarnya.

Kepala Polres Bogor Andi M Dicky Pastika masih menyelidiki identitas para pengguna ijazah palsu tersebut. “Menurut keterangan pelaku, pemesan ijazah biasanya untuk keperluan melamar pekerjaan sebagai buruh di pabrik-pabrik tapi masih akan kami kembangkan penyelidikannya,” katanya, Selasa 16 Januari 2018.

Pelaku berinisial NA ditangkap di rumah sekaligus tempat penyimpanan dan pembuatan ijazah palsu, Desa Cileungsi Kidul Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, 8 Januari 2018 lalu. Dari lokasi penangkapan, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen ijazah palsu sebanyak belasan lembar.

Polisi juga menyita satu unit komputer, beberapa cap sekolah swasta di Bogor dan Bekasi, 17 blangko ijazah, 45 lembar hologram, tempat penyimpanan digital berisi data-data pemesan ijazah palsu dan sebagainya. Pelaku menjelaskan proses pembuatan satu lembar ijazah palsu berlangsung hingga 15 hari.

“Pelaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp1,5 juta untuk setiap ijazah palsu yang dibuat,” kata Dicky. Ia menilai ijazah yang dipalsukan cukup mirip dengan ijazah asli seperti bahan, ornamen hingga hologram dan cap sekolah terkait. Ia mengatakan ijazah baru diketahui palsu setelah dilakukan verifikasi ke sekolah bersangkutan.

Verifikasi online Kemenristek Dikti

Dalam penerimaan pekerja di pabrik dan toko, Dicky mengakui pihak terkait tidak melakukan verifikasi ijazah ke sekolah bersangkutan. Berbeda dengan ijazah perguruan tinggi yang bisa diverifikasi secara daring ke laman resmi kementerian yang membawahi Pendidikan Tinggi, sehingga pihak terkait bisa mengetahui keaslian ijazahnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Bimantoro menyebut pelaku telah melakukan kejahatannya selama satu tahun terakhir. Menurutnya, para pemesan ijazah palsu tidak hanya dari wilayah Kabupaten Bogor melainkan juga daerah lain seperti Bekasi.

Petugas masih mencari keterlibatan pihak lain dengan memeriksa data di komputer pelaku. Bimantoro meyakini, ijazah yang digunakan dalam pendaftaran Pilkada Serentak 2018 maupun untuk Pemilihan Legislatif asli karena diperiksa secara teliti oleh ahlinya.

Atas perbuatannya, Bimantoro mengatakan pelaku bisa dijerat Pasal 263 ayat 1 KUHP dan Pasal 68 ayat 1 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional. “Pelaku diancam hukuman penjara hingga enam tahun,” katanya menambahkan

 

 

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com