Jembatan Cilayung Kembali Roboh

by
Jembatan Cilayung Kembali Roboh
Jembatan Cilayung Kembali Roboh

Jembatan penghubung antar kecamatan di Dusun Nengkor Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor, kembali roboh. Jembatan bekas perlintasan Kereta Api itu kemarin (17/2), roboh karena terbuat dari bambu.

Jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar dua meter dan tinggi tebing 15 meter itu, kondisinya semakin miris dilalui. Bahkan sejak pertama ambruk, dua warga pernah jatuh.

Salah seorang pengendara, Lilis Solihat mengaku takut melintas jembatan itu. Padahal sehari-hari dia melintas ke jembatan itu untuk pergi mengajar. “Saya lebih memilih jembatan itu karena dekat dan bebas macet. Setiap hari dari Tanjungsari pergi mengajar ke Jatinangor. Jembatan itu menjadi jalan alternatif,” katanya.

Namun semenjek longsor dan tergerus hujan, dirinya enggan melintas ke jembatan itu karena takut jatuh. Sebab, kondisi jalan yang beralaskan bambu licin ketika terkena air hujan. “Lebih baik cari aman dengan memilih jalan raya. Meski macet dan rawan laka lantas,” katanya.

Kades Cilayung, Uyun mengatakan jembatan itu diperuntukkan bagi tiga kecamatan. Yakni Jatinangor, Sukasari dan Tanjungsari. “Jembatan itu sebagai akses warga Desa Cilayung, Cileles Kecamatan Jatinangor, Desa Kutamandiri, Lebakmaja Kecamatan Tanjungsari dan Desa Sukarapih Kecamatan Sukasari,” jelasnya.

Menurut Uyun sejak zaman Camat Asep Aan Dahlan jembatan itu diajukan. Namun sudah berganti-ganti camat, belum juga ada perbaikan. Bahkan sudah beberapa kali dicek oleh Dinas PU, namun belum juga ada realisasi. “Bahkan pernah ada CSR dari BNI, sudah dicek ke lapangan namun tak kunjung ada perbaikan,” ungkapnya.

Menurut Uyun, karena mendesak jembatan itu diperbaiki alakadarnya dengan seseg bambu dan kayu. Pihaknya berharap ada bantuan pihak Satker Tol Cisumdawu untuk membantu pengurugan tanah ke jembatan itu agar diurug dengan tanah.

“Rencananya minggu depan pihak Desa Cilayung mau mengajukan kerjasama dengan PT Mirhab sub kontraktor dari Adi Karya Satker Tol Cisumdawu, agar bisa diurug. Mudah-mudahan mereka menyanggupinya, atau kalau enggak ada alat berat agar dibawah jembatan ditata agar tertahan tanah (tidak ngagulantung, red),” tandasnya.

Di waktu yang sama, Pemdes Cilayung juga membantu perehaban rumah tidak layak huni di Dusun Nengkor RW 07 karena rumahnya sudah ambruk. Pemdes dibantu babinsa dan Binmas bersama warga bahu membahu memperbaiki rutilahu. (imn)

sumber: sumedangekspress