Jembatan Cipameungpeuk Butuh Rp 3 M

by -28 views

Jembatan Cipameungpeuk Butuh Rp 3 M

Jatinangorku.com – Untuk membangun kembali jembatan Cipameungpeuk yang ambles, karena tiang penyangganya tergerus aliran Sungai Cileuleuy, Pemkab Sumedang membutuhkan dana sebesar Rp 3 miliar. Perbaikan dinilai cukup vital karena berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian di lima desa dan satu kelurahan.

“Saya putuskan untuk membangun kembali jembatan Cipameungpeuk secepatnya. Sedangkan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 3 miliar. Anggaran sebesar itu akan dialokasikan dari APBD Kab. Sumedang,” kata Bupati Sumedang, Drs. H. Ade Irawan, M.Si. kepada “GM”, Minggu (4/5).

Kelima wilayah yang aktivitas perekonomiannya terhambat akibat amblesnya jembatan Cipameungpeuk tersebut, Kel. Cipameungpeuk, Desa Sukagalih, Baginda, Cipancar, Citengah, dan Gunasari. “Untuk itu saya pastikan jembatan tersebut akan kembali dibangun tahun ini,” tandasnya.

Demi kepentingan masyarakat, menurut bupati, soal anggaran yang dibutuhkan untuk membangun kembali jembatan tersebut, tidak menjadi masalah. Sebab kepentingan masyarakat jauh lebih besar.

“Soal anggaran yang dibutuhkan, berapa pun besarannya, itu tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah sekarang adalah aktivitas masyarakat, khususnya yang berada di seberang jembatan karena ikut terganggu. Untuk itu, pemerintah daerah sudah berkomitmen untuk secepatnya membangun kembali jembatan tersebut,” katanya.

Dari awal

Bupati menegaskan, secara teknis tidak mungkin mempertahankan konstruksi jembatan yang masih tersisa. Jembatan Cipameungpeuk yang sudah ambruk harus dibangun kembali dari awal. Dengan demikian, sebelum pembangunan dilaksanakan, terlebih dahulu seluruh konstruksinya harus dirobohkan atau dibongkar secara total.

“Setelah konsultasi dengan pihak yang berkompeten di bidang jembatan, secara teknis konstruksi jembatan yang tersisa tidak bisa dipertahankan. Artinya pembangunan jembatan Cipameungpeuk harus dari awal. Sehingga sisa konstruksi yang masih ada harus dibongkar total,” terangnya.

Sementara itu, meski sudah dipasangi police line di kedua ujungnya, ada saja warga yang nekat melintasi jembatan. Padahal ini dapat membahayakan karena jembatan bisa putus. 

“Kalau harus memutar lewat jalan lain sangat jauh. Akhirnya terpaksa saya lewat sini (jembatan),” kata Edi, warga Kel. Cipameungpeuk yang tinggal di seberang jembatan.

Diakui Edi, adakekhawatiran saat berada di atas jembatan. “Harapan kami, pemerintah daerah dapat secepatnya membangun kembali jembatan ini. Sehingga kami tidak kesulitan untuk mencapai rumah,” ujarnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/