Jembatan Leuwiawi di Sumedang Retak-retak

by -34 views
Jatinangorku.com – TRUK besar tronton memaksa masuk dan melewati jembatan Leuwiawi yang retak-retak dan sebagian ambles di ruas Jalan Cijelag-Cikamurang di Kampung Nanjungjaya, Desa/Kecamatan Ujungjaya, Rabu (16/12/2015). Padahal, di persimpangan Cijelag, Polsek Ujungjaya sudah memasang plang larangan kendaraan angkutan berat masuk ke ruas Jalan Cijelag-Cikamurang dan melintas jembatan tersebut.*
 

SUMEDANG, (PRLM).-Arus lalu lintas kendaraan di ruas jalan Cijelag-Cikamurang, terancam putus akibat badan jembatan Leuwiawi di Kampung Nanjungjaya, Desa/Kecamatan Ujungjaya mengalami retak-retak dan sebagian ambles.

Lempengan beton jembatan yang retak-retak dan nyaris patah tersebut, terletak di salah satu ujung jembatan. Beton yang ambles, untuk sementara dipasang plat baja supaya kendaraan kecil masih bisa melintas jembatan tersebut.

Akan tetapi, kerikil dari lempengen beton bagian bawah yang retak, terus berjatuhan hingga retakannya semakin melebar dan menganga. Jika dibiarkan dan dilewati kendaraan angkutan berat sekelas truk besar dan tronton, lempengan betonnya bisa patah.

Dari pantauan “PRLM” di lokasi, meski jembatan tersebut dilarang dilewati kendaraan angkutan berat khawatir kerusakannya bertambah parah, tetap saja ada beberapa truk besar dan tronton yang memaksa masuk dan melintas jembatan tersebut.

Ketika truk besar melintas, terasa sekali getaran dan guncangannya. Padahal, mulai di pertigaan Cijelag sudah dipasang beberapa plang larangan kendaraan angkutan berat masuk ke ruas Jalan Cijelag-Cikamurang.

Kendati sejumlah aparat TNI, kepolisian, Satpol PP dan perangkat desa setempat berjaga-jaga di lokasi, seolah tak berkutik ketika ada pengemudi truk besar yang memaksa masuk dan melintasi jembatan. Dengan alasan, tujuannya dekat dan tidak membawa muatan alias truknya kosong.

Guna mengantisipasi kerusakan lebih parah, sejumlah anggota TNI dari Perwakilan Koramil Ujungjaya dan Tomo, Polsek Ujungjaya, aparat Kecamatan Ujungjaya dan perangkat Desa Sakurjaya dan Ujungjaya, tampak bahu- membahu bergotong royong membuat jembatan sementara yang terbuat dari kayu kelapa.

Pembuatan jembatan sementara atas inisyiatif sejumlah tokoh masyarakat itu, hanya dipasang di lempengan beton yang retak saja dengan panjang 6 meter dan lebar 7 meter.

Jembatan sementara itu, digunakan sambil menunggu petunjuk teknis perbaikan dari Dinas Bina Marga Jabar. Hal itu, sehubungan statusnya jalan provinsi yang menghubungkan antara Kabupaten Sumedang dengan Indramayu.

Menurut Kasi Trantib Kecamatan Ujungjaya, Asep Hidayat yang berada di lokasi, Rabu (16/12/2015), kerusakan jembatan Leuwiawi yang melintasi Sungai Cipelang tersebut, diketahui oleh masyarakat Minggu (13/12/2015) sore.

Namun, badan jembatan yang retak hanya di salah satu ujung jembatan saja, dengan panjang 6 meter dan lebar 7 meter dari total panjang jembatan sekira 50 meter.

Sejak saat itu, Polsek Ujungjaya langsung menutup ruas jalan Cijelag-Cikamurang untuk kendaraan angkutan berat sekelas truk besar dan tronton, termasuk memasang plang larangan masuk.

Selain itu, aparat TNI, polisi, aparat kecamatan dan desa setempat, berjaga-jaga di lokasi untuk terus memantau kondisi kerusakannya termasuk arus kendaraan yang melintas.

“Sebetulnya, retakan kecil sudah lama terlihat. Namun, Minggu sore kondisi retakannya semakin melebar dan menganga. Bahkan kerikil dari beton yang retak di bagian bawah terus berjatuhan. Kalau dibiarkan, lempengan betonnya bisa patah dan ambles. Jika itu terjadi, arus lalu lintas kendaraan di ruas jalan Cijelag-Cikamurang bisa putus. Sejak Minggu sore, ruas jalan ini ditutup untuk kendaraan muatan berat sekelas truk besar dan tronton. Tapi sayangnya, masih saja ada truk-truk besar yang memaksa masuk,” ujar Asep.

Sejak ruas Jalan Cijelag-Cikamurang tertutup untuk kendaraan angkutan berat, kata dia, Polsek Ujungjaya sudah melakukan pengalihan arus truk besar. Truk besar dari arah Cirebon menuju Subang dan Indramayu, dialihkan ke Kadipaten, Majalengka lalu masuk ke jalan tol Cipali.

Begitu pula sebaliknya, truk besar dari arah Jakarta, Subang dan Indramayu menuju ke Cirebon, dialihkan ke jalan tol Cipali lalu keluar di Kadipaten Majalengka. Hanya saja, jaraknya lebih jauh.

“Kami mengharapkan, Dinas Bina Marga Jabar segera mengecek dan memperbaiki kerusakan jembatan ini. Sebab, ruas jalan Cijelag-Cikamurang sepanjang 20 km ini strategis yang menghubungan Kabupaten Sumedang dengan Indramayu dan beberapa kabupaten di jalur pantura. Bahkan jalan ini menjadi jalur alternatif mudik lebaran. Kendaraan kecil dan angkutan berat terutama dari Jakarta, setiap harinya hilir mudik melewati jalan ini,” tuturnya.

Lebih jauh Asep menjelaskan, kerusakan jembatan tersebut, akibat sering dilalui kendaraan angkutan berat sekelas truk besar dan tronton. Termasuk, truk besar yang mengangkut bahan material untuk memasok kebutuhan pembangunan jalan tol Cipali.

Selain itu juga, truk besar yang mengangkut bahan material untuk memperbaiki jalan di perumahan relokasi untuk warga terdampak Jatigede di Desa Sakurjaya. Kec. Ujungjaya.

“Jadi, penyebab utama kerusakan jembatan ini, akibat sering dilalui truk-truk besar dan tronton. Setiap hari, tak kurang dari 100 unit truk-truk besar dan tronton yang melewati jalan dan jembatan ini,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Komandan Perwakilan Koramil Ujungjaya Peltu Koswara mengatakan, anggota TNI dari Perwakilan Koramil Ujungjaya dan Tomo yang dikerahkan untuk membantu menjaga dan membuat jembatan sementara kayu kelapa, sebanyak 15 orang dan Satpol PP Kecamatan Ujungjaya 5 orang.

Pembuatan jembatan sementara itu, atas inisiatif sejumlah tokoh masyarakat yang disampaikan kepada unsur Muspika Kec. Ujungjaya. Pengerjaannya mulai hari ini.

“Kerusakan jembatan ini perlu penjagaan karena sangat rawan. Kalau jembatannya ambles dan betonnya patah, arus lalu lintas kendaraan di ruas Jalan Cijelag-Cikamurang otomatis putus. Oleh karena itu, pembuatan jembatan sementara ini guna mengantisipasi kerusakan yang lebih parah. Yang boleh melintas hanya kendaraan kecil dan truk kecil yang bobotnya di bawah bobot 1,5 ton. Kalau di atas 1,5 ton, dilarang masuk karena bisa membahayakan,” katanya.

Ketika dihubungi melalui telefon, Kadishub Kominfo Kabupaten Sumedang, Teddy Mulyono menuturkan, untuk pengalihan arus kendaraan pascakerusakan jembatan Leuwiawi sudah dilakukan Polsek Ujungjaya.

Namun demikian, Dishub Kominfo akan menerjunkan beberapa orang petugas untuk memantau ke lokasi, sekaligus memonitor kendaraan angkutan berat. Mengingat jalan provinsi, sehingga kerusakan jembatan tersebut harus ditangani Dinas Bina Marga Jabar.

“Kalau kemarin ada petugas Dishub kabupaten dan provinsi di ruas Jalan Cijelag-Cikamurang, bukan mengecek lokasi jembatan yang rusak. Akan tetapi, sedang melakukan operasi razia kendaraan angkutan berat. Nanti juga kami akan menerjunkan petugas untuk meninjau lokasi,” tutur Teddy.

Ketika akan dikonfirmasi di kantornya, Kapolsek Ujungjaya Dadang Irianto tidak ada di kantor

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/