Joko Widodo: Dana Desa Rentan Dikorupsi

by -49 views

Joko Widodo Dana Desa Rentan DikorupsiPRESIDEN Republik Indonesia (RI), Ir. Joko Widodo, menegaskan, penyalahgunaan anggaran Dana Desa yang dikucurkan Pemerintah Pusat, mencapai 62 kasus. Sedangkan yang sudah masuk dalam proses penyidikan sebanyak 48 kasus.

“Jumlah kasus penyalahgunaan Dana Desa semuanya 62 kasus, yang sudah dalam proses penyidikan sebanyak 48 kasus,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, saat ditemui usai membagikan 5.500 sertifikat di Lapangan Kerkhof, Kabupaten Garut, Selasa (17/10/2017).

Dikatakannya, anggaran Dana Desa (DD) memang rentan terjadi tindak pidana korupsi. Makanya, selaku kepala negara, ia mengimbau agar kepala desa berhati-hati dalam mempergunakan anggaran yang masuk serta harus ada transfaransi anggaran terhadap masyarakat.

“Korupsi di pemerintah desa muncul sejak dana desa mulai dikucurkan. Sebagai kebijakan, desentralisasi anggaran hingga ke perdesaan merupakan upaya pemerataan pembangunan. Namun, yang perlu diingat, ketika desentralisasi dilaksanakan, terjadi desentralisasi kekuasaan dan tentunya rawan terjadi korupsi. Guna mencegah korupsi tersebut, pengawasan mesti diperketat,” katanya.

Pemerintah Pusat melalui Kementrian Desa, ujar Jokowi, sudah mengucurkan dana desa sebanyak Rp 127,74 triliun sejak pertama kali digelontorkan pada tahun 2015 lalu. Desa yang sudah menerima dana tersebut sebanyak 74.910 dengan rincian pada 2015 sebesar Rp 20,76 triliun, 2016 Rp 49,98 dan 2017 Rp 60 triliun.

Jokowi menjelaskan, setiap desa pada tahun pertama sekitar Rp 300 juta, tahun kedua Rp 600 juta, tahun ketiga sekitar Rp 800 juta.

Menurutnya, dari sekitar 74.000 desa yang menerima Dana Desa, tahun ini ada kurang lebih 900 desa yang mempunyai masalah dan kepala desanya ditangkap karena menyelewengkan Dana Desa. Untuk itu, Jokowi meminta agar para Kepala Desa di Garut hati-hati menggunakan dana ini.

“Silakan dipakai untuk membangun infrastruktur jalan desa silakan, dipakai untuk embung silakan, dipakai untuk irigasi yang kecil-kecil silakan, dipakai untuk membendung sungai kecil silakan. Yang paling penting yang tidak boleh, hanya satu, jangan ada yang ngantongin untuk kepentingan pribadi, ini yang tidak boleh,” tegasnya.

Sumber : http://www.galamedianews.com