Jokowi Angkat Bicara Terkait Pernyataan Setya Novanto

by -169 views

Presiden Joko Widodo menanggapi pernyataan Setya Novanto mengenai Puan Maharani dan Pramono Anung yang mendapatkan uang proyek e-ktp masing-masing Rp 500 ribu dollar AS. Presiden menekankan perlu adanya pembuktian secara hukum atas pernyataan Setya Novanto itu. 

Menurut dia, Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum. Dengan demikian, perlu ada bukti dan fakta hukum yang menopang pernyataan seseorang, terutama ketika memberikan pernyataan di pengadilan. 

Bila pernyataan Setya Novanto itu ternyata memang ada bukti dan fakta hukumnya, Jokowi menyatakan, tidak akan melawan proses penegakan hukum.

“Kalau ada bukti dan fakta hukum yang kuat, diproses saja dan semua harus berani bertanggungjawab,” katanya di sela-sela kunjungannya ke Kementerian Sekretariat Negara, Jumat, 23 Maret 2018.

Setya Novanto menyatakan adanya uang mengalir ke Puan dan Pramono pada saat sidang lanjutan kasus korupsi e-KTP, Kamis, 22 Maret 2018 lalu. Peristiwa yang disebutkan oleh Setya itu terjadi ketika Puan masih menjadi Ketua Fraksi PDIP di DPR RI 2009-2014, dan Pramono menjadi wakil ketua DPR RI periode yang sama dengan Puan. 

Namun demikian, berdasarkan fakta persidangan, Setya tidak melihat langsung Puan dan Pramono menerima uang proyek e-ktp. Setya mengetahuinya dari Made Oka.

Saat itu, Setya, Oka dan Andi Narogong tengah berbincang-bincang di rumah Setya. Oka saat itu menyampaikan kepada Setya telah menyerahkan uang ke anggota dewan, dimana di antaranya diberikan ke Puan dan Pramono.