Jusuf Kalla : Muda Praja IPDN Nantinya Jadi Ujung Tombak Pelayan Masyarakat

by

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menyebutkan, muda praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN), nantinya akan menjadi ujung tombak pemerintahan yang menjadi pelayan masyarakat.

Pada Jumat (2/11/2018) di Kampus IPDN Jatinangor, Jalan Bandung – Cirebon, Kabupaten Sumedang, Jusuf Kalla didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, melantik 1.994 muda praja yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Dari jumlah seluruh pendaftar ke IPDN, yang berhasil lolos hanya kurang dari lima persen, berarti muda praja ini nantinya berhadapan dengan 265 orang juta yang ingin didengar dan memiliki keinginan,” kata Jusuf Kalla(JK) di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri , Jumat (2/11/2018).

JK pun mengatakan, setelah lulus dari IPDN, nantinya para muda praja ini, akan disebar ke seluruh wilayah Indonesia untuk melayani masyarakat, agar mengetahui semua keluhan yang dirasakan oleh masyarakat.

“Muda praja ini bisa jadi lurah hingga menteri, tetapi tergantung sikap masing – masing,” katanya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun Jabar, dari 1.994 muda praja yang dilantik pada hari, 1.319 di antaranya adalah muda praja putra, 675 merupakan muda praja putri.

Rektor Institut Pemerintahan Dalam NegeriErmaya Suradinata, mengatakan, ribuan orang tersebut adalah putra – putri terbaik bangsa perwakilan setiap provinsi di Republik Indonesia, yang telah mengikuti seleksi secara online.

“Pendaftaran dilakukan langsung terpusat di portal Kementerian Pemberdayaan Reformasi Birokrasi (Menpan RB),” kata Ermaya.

Dalam seleksi 2018 ini, 44.485 menjadi pendaftar untuk melanjutkan pendidikan ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri, sedangkan yang memenuhi persyarata hanya sebanyak 39 ribu pendaftar.

Seteleh memenuhi syarat, kemudian 39 ribu orang ini mengikuti sejumlah tahapan seleksi berdasarkan peraturan Kementerian Dalam Negeri, namun yang lolos dalam tahapan tersebut hanya 1.994 orang.

Ermaya mengatakan, sebelum dilantik, muda praja ini telah melaksanakan pendidikan latihan (diklat) di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang dan dibekali pula pelopor revolusi mental.

“Sesuai aturan dari presiden pada 15 Juni 2015, kampus ini adalah penggerak revolusi mental,” katanya.

 

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com