Kadus, Kaur dan Sekdes akan Dapat Honor Rp. 30 Ribu/bulan

by -32 views

Kadus, Kaur dan Sekdes akan Dapat Honor Rp. 30 Ribu/bulan

Jatinangorku.com – Sebanyak 827 kadus, kaur desa, sekretaris desa non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tersebar di 276 desa di Kab. Sumedang, dalam waktu dekat ini atau sebelum pertengah Maret 2014 akan menerima honorer kerja masing-masing Rp 300.000/orang/bulan. Namun untuk honor guru ngaji masih dalam pembahasan di tingkat pemerintahan. 

Hal itu disampaikan Bupati Sumedang, Drs. H. Ade Irawan kepada wartawan di Pontren Cikalama, Desa Sindangpakuon, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang, Rabu (26/2/2014). 

Menurut Ade, sebelumnya mereka yang bekerja di lingkungan pemerintahan desa belum menerima honor. “Honor untuk perangkat desa itu mulai dianggarkan Januari 2014. Insya allah, pencairannya sebelum tanggal 16 Maret mendatang. Kita akan serahkan kepada mereka,” janji Ade. 

Menurutnya, anggaran untuk honor perangkat desa itu, sudah dianggarkan hingga mencapai miliaran rupiah. “Anggarannya sudah masuk ke kita dari Provinsi Jabar,” katanya. 

Ia mengatakan, pemberian honor untuk perangkat desa itu, akan dilaksanakan dengan cara dirapelkan selama tiga bulan sekali. Sehingga mereka bisa menerima Rp 900.000/orang/3 bulan. 

Menurutnya, program yang digulirkan pemerintah itu dalam bagian peningkatan aparatur desa. “Untuk meningkatkan kesejahteraan para kepala desa, peningkatan honor non PNS sekdes,” katanya. 

Alasan pemerintah memprogramkan hal itu, kata Ade, karena mereka sebagai motor penggerak di lapangan yang ada di masing-masing desa. 

“Itu kanyaah pemerintah Kabupaten Sumedang. Karena saya pun pernah jadi RT dan RW,” tuturnya. Begitu dirinya menjadi bupati, lanjutnya, langsung memperhatikan perangkat desa dan para kadus. Sementara untuk guru ngaji, minta bersabar. 

Bupati juga turut memperhatikan kondisi infrastruktur yang ada di Kab. Sumedang. Pada tahun ini, pemerintah menganggarkan Rp 156 miliar untuk pembangunan infrastruktur. Anggaran sebesar itu, dinilai masih kurang dan tak akan cukup untuk pembangunan infrastruktur. Termasuk untuk pembangunan jalan.

Namun dalam proses pelaksanaan pembangunan, kata dia, jika anggaran pembangunan dengan biaya di atas Rp 200 juta harus melewati proses lelang. “Pada bulan Maret depan, kita akan melakukan lelang. Pada April mendatang, pembangunannya sudah mulai berjalan,” katanya. 

Dengan adanya pembangunan itu, kata dia, diharapkan pada 2014 ruas jalan di Kabupaten Sumedang bisa terlihat baik. 

Menurutnya, adanya rencana pembangunan infrastruktur jalan itu, untuk menjawab keluhan masyarakat setempat. Selain itu, supaya bupati tidak terus disalahkan masyarakat. 

“Kenapa pak bupati ini jalan belum diperbaiki,” kata Ade menirukan pertanyaan dan pesan singkat dari warga yang diterimanya. 

Pada kesempatan itu, Ade juga menyampaikan kepada masyarakat tidak akan menandatangi penyaluran dana hibah yang disampaikan kepada masyarakat, sebelum pelaksanaan pemilu umum legislatif.

“Kalau saya tandatangani sebelum pileg, ada tudingan kampanye. Saya tidak akan tandatangani sebelum pelaksanaan pileg,” katanya. 

Ia menghawatirkan, jika dana hibah itu ditandatangai sebelum pileg dalam proses penyalurannya kepada masyarakat, ada sorotan kepada bupati. “Nanti setelah pileg saya tandatangani supaya aman. Supaya, kita tak disorot atau tudingan kampanye,” pungkasnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/