Kajian Sempadan Sungai Citarum Dibahas

by -86 views

Kajian Sempadan Sungai Citarum Dibahas

Jatinangorku.com– Puluhan warga dari enam kecamatan di wilayah timur dan selatan Kab. Bandung, Rabu (28/8), mulai membahas kajian sempadan Sungai Citarum dari mulai hulu sungai di Kec. Kertasari sampai Kec. Solokanjeruk, Kab. Bandung. Hal itu menyusul program pemerintah dalam penataan daerah aliran Sungai Citarum dari tahun 2013-2018.

Dalam pembahasan itu, di antara mereka ada yang mempertanyakan pelaksanaan normalisasi Sungai Citarum untuk meminimalisasi terjangan banjir di sepanjang aliran sungai tersebut. Mereka berharap dalam penataan Sungai Citarum, pihak terkait melakukan langkah nyata, bukan lagi membahas atau membicarakannya. 

Selain itu, mempertanyakan penanggulangan erosi yang terjadi di daerah aliran Sungai Citarum yang menyebabkan terjadinya pendangkalan dan penyempitan sungai tersebut yang berujung terjadinya banjir.

Puluhan warga itu berasal dari LSM, aparat desa dan kecamatan yang berasal dari Kec. Rancaekek, Solokanjeruk, Majalaya, Ciparay, Ibun, Pacet dan Kec. Kertasari. Pertemuan yang berasal dari berbagai unsur itu, diadvokasi oleh Aktivis Elemen Lingkungan (Elingan) Kab. Bandung, Deni Riswandani untuk dipertemukan dengan jajaran atau perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Membahas kajian sempadan Sungai Citarum itu dilaksanakan di aula kantor Camat Majalaya. Setelah melakukan pembahasan itu, mereka melakukan penelusuran ke sejumlah titik aliran Sungai Citarum yang rawan terjadi erosi yang dapat menimbulkan kerusakan pada lingkungan. 

Jabatan Fungsional BBWS Citarum, Rohimat mengatakan, sempadan sungai itu merupakan kawasan lindung atau tepi sungai yang tidak boleh digunakan untuk mendirikan bangunan dan harus dimanfaatkan untuk menanam pohon keras untuk memperkuat struktur tanah supaya tidak erosi. Lebar sempadan sungai bisa mencapai 30 meter. Sehingga bangunan yang berdiri di atas sempadan sungai itu dipertanyakan proses kepemilikan IMB-nya.

“Untuk mengetahui proses IMB-nya itu, bisa koordinasi dengan pihak desa. Bukan saling tuding,” kata Rohimat di hadapan puluhan warga dan aparat desa serta kecamatan dan LSM tersebut.

Sumber : http://klik-galamedia.com