Kajian Sempadan Sungai Citarum Disesalkan

by -73 views

Kajian Sempadan Sungai Citarum Disesalkan

Jatinangorku.com – Anggota Komisi C DPRD Kab. Bandung, Aep Safulloh menyesalkan pihaknya yang tidak dilibatkan dalam pembahasan kajian sempadan Sungai Citarum dan anak-anaknya yang digelar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di wilayah timur Kab. Bandung. Pembahasan sempadan Sungai Citarum itu dilakukan di auka Kantor Camat Majalaya, Rabu (28/8).

“Padahal, kita dari Komisi C sudah mempersiapkan konsep untuk mengkaji sempadan Sungai Citarum dan anak-anaknya. Bahkan, konsep kami sudah dikoordinasikan dengan sejumlah instansi di Pemkab Bandung,” katanya kepada “GM” di Rancaekek, Senin (2/9).

Menurut Aep, terkait infrastruktur di Kab. Bandung, khususnya di wilayah timur, pihak dewan juga harus tahu. Sebab anggota Komisi C pun ada kaitannya dengan infrastruktur di daerahnya masing-masing.

“Jadi bisa sharing ilmu dan pengetahuan terkait normalisasi Sungai Citarum yang melintasi Kec. Solokanjeruk, Majalaya, dan Kec. Ibun,” katanya.

Ia mengatakan, anggota dewan yang ada di wilayah, harus tahu apa yang menjadi rencana pemerintah. “Soalnya, kami dari dewan adalah wakil rakyat,” katanya.

Kalaupun dirinya tahu ada pertemuan yang dihadiri puluhan warga Kec. Solokanjeruk, Majalaya, Ciparay, Paseh, Ibun, Pacet, dan Kec. Kertasari itu, tapi jika tidak ada undangan maka tak mungkin ia menghadiri kegiatan tersebut. “Harusnya dari Komisi C juga diundang,” katanya.

Ia pun mengatakan, Komisi C sudah membuat konsep yang bisa ditawarkan dalam penanganan sempadan Sungai Citarum. Konsep itu satu paket dengan penanggulangan banjir yang selama ini terjadi di kawasan Solokanjeruk, Majalaya, Ibun, dan Paseh.

Tetapi berdasarkan pemantauan “GM” di lapangan, anggota DPRD Kab. Bandung, H. Daud Burhanudin sempat hadir dalam acara kajian sempadan Sungai Citarum itu. Namun Daud kebetulan hadir setelah dirinya berencana menemui Camat Majalaya, Drs. Meman Nurjaman.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga dari enam kecamatan di wilayah timur dan selatan Kab. Bandung, Rabu (28/8) kemarin mulai membahas sempadan Sungai Citarum. Hal itu berkaitan dengan program penataan daerah aliran Sungai Citarum dari tahun 2013-2018.

Dalam pembahasan itu, ada yang mempertanyakan pelaksanaan normalisasi untuk meminimalisasi banjir. Warga juga berharap dalam penataan sungai Citarum itu, pihak terkait tidak hanya mewacanakannya. Ada juga yang mempertanyakan penanggulangan erosi di daerah aliran Sungai Citarum yang menyebabkan pendangkalan dan penyempitan sungai hingga memicu banjir.

Pertemuan ini diadvokasi Aktivis Elemen Lingkungan (Elingan) Kab. Bandung, Deni Riswandani untuk mempertemukan warga dengan perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum.

Pertemuan digelar di aula kantor Camat Majalaya, kemarin. Setelah pembahasan, mereka melakukan penelusuran ke sejumlah titik aliran Sungai Citarum yang rawan erosi.

Sumber : http://klik-galamedia.com