Kampung Neglasari Jatinangor Dilewati Jalur KA Rancaekek-Tanjungsari, Jalurnya Sudah Tak Terlihat

by -143 views

Kampung Neglasari di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, merupakan salah satu kampung yang dilewati oleh lintasan kereta api nonaktif dari Stasiun Rancaekek – Jatinangor – Tanjungsari sepanjang 11,5 kilometer.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, jalur kereta api tersebut telah tertutup oleh jalan utama di Kampung Neglasari, sehingga sama sekali tidak terlihat.

 

Selain itu, jalur kereta api yang tidak terlihat ini pun, telah berubah menjadi perkampungan warga, sawah, dan bangunan sekolah, Sehingga banyak warga tidak percaya bila jalan tersebut adalah bekas jalur kereta Rancaekek -Tanjungsari.

 

Tatan Irawan (46), warga Kampung Neglasari, mengaku, belum pernah melihat adanya bangkai jalur kereta api selama lebih dari 40 tahun tinggal di kampung tersebut.

“Kata orang tua saya ini dahulunya jalur kereta api,” kata Tatan kepada Tribun Jabar di Kampung Neglasari, Jumat (5/10/2018).

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus, mengatakan, banyak hal yang membuat jalur tersebut terpaksa ditutup, pertama dari sisi kondisi sarana dan prasarana yang memang sudah tidak layak untuk jalan.

“Sekarang sudah betul tidak layak, banyak rel yang sudah hilang, kemudian juga beberapa tempat sudah dipenuhi bangunan diatasnya,” kata Joni.

Selain itu, kata Joni, selama jalur tersebut masih beroperasi, efektifitas sangat tidak maksimal untuk masyarakat, kare mobilisasi masyarakat pada saat sebelum ditutup itu cukup kurang.

“Berbeda dengan jalur lain yang cukup efektif, tetapi jalur ini tidak,” katanya.

Pada masa itu pun, kata Joni, jalur penghubung Kabupaten Bandung – Jatinangor ini pun kurang mendapatkan perawatan dari pemerintah, karena kewalahan untuk melakukan perawatan.

“Kewalahan karena pada saat itu masih dibiayai oleh pemerintah,” kata Joni.

Terkait wacana pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang akan kembali melakukan aktivasi jalur tersebut, perlu dilakukan perencanaan yang matang dari semua pihak, baik dari pemerintah, Kementrian Perhubungan, dan PT KAI.

“Kami optimis, karena itu sudah jadi program pusat,” katanya

 

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com