Kampus ITB Jatinangor Akan Kembangkan Ilmu Hayati

by -37 views

ITB-jatinangor-jatinangorku.com – Rektor ITB Prof Dr Ahmaloka menyatakan kampus ITB di Jatinangot Kabupaten Sumedang akan lebih fokus mengembangkan akademik ilmu-ilmu hayati.

“Kampus ITB Jatinangor nanti akan mengembangkan akademik ilmu hayati seperti rekayasa pertanian, perhutanan, bio enginering dan program studi lain yang terkait ’life scienties’,” kata Akhmaloka di Bandung, Minggu (28/7/2013).

Kampus ITB di yang berdampingan dengan kampus IPDN di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang berdiri megah dengan arsitektur khas kampus ITB.

Kampus ITB Jatinangor terdiri dari gedung kuliah umum, auditorium dengan kapasitas 500 mahasiswa, laboratorium teknologi, hutan pendidikan dinamai Gunung Geulis program kerja sama dengan Kementerian Kehutanan.

Selain itu di tanah seluas 47 hektar tersebut terdapat ’landsciping’, ’water treatment plane’ atau danau kecil dengan desain guna mencegah banjir ke area bawah kampus dan “mikrohydro.”

“Peresmian penggunaan kampus ini formalnya sudah jalan satu tahun lalu, infrastruktur kami sudah siapkan namun pembangunannya perlu ditata lebih baik lagi dan harapannya semua ini tidak hanya berguna bagi warga kampus tapi juga masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.

Lebih lanjut Akhmaloka mengatakan dalam kurun waktu tiga tahun, dana investasi yang dihabiskan untuk membangun kampus ITB Jatinangor yakni  hingga Rp 300 miliiar.

Dalam tiga tahun Pemprov Jabar memberi bantuan sekitar Rp 12 miliar per tahun atau Rp 36 miliar, kemudian untuk pembangunan masjid sebesar Rp 14 miliiar jadi total Rp 50-60 miliar.

Selain dari Pemprov Jabar Akhmaloka juga menyebutkan partisipasi Kementerian Pekerjaan Umum dalam dua tahun terakhir di atas Rp 80 miliar.

“Kami juga mengadakan kerja sama luar negeri seperti dengan Korea untuk laboratorium ’cyber security’, peletakan batu pertama oleh duta besar Korea untuk Indonesia, juga Kemendikbud juga cukup besar sekitar Rp50 miliar hingga Rp60 miliiar,” katanya.

Selain itu  dana DIPA ITB yang digunakan yakni sekitar Rp 70 miliar.

Sumber: kompas