Kampus Jadi Alat Politik

by -13 views

Kampus Jadi Alat Politik

Jatinangorku.com – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Ali Santosa menilai pendidikan politik di kampus masih sangat minim. Hal itu membuat kebanyakan mahasiswa yang disebut sebagai agen sosial menjadi pasif, cenderung menjadi golongan putih, bahkan menjadi alat kepentingan politik tertentu.

“Mahasiswa di kampus saat ini mayoritas sangat pasif dalam menyikapi isu-isu politik. Kebanyakan dalam momentum politik seperti pemilu, usia-usia muda hanya di jadikan alat untuk kepentingan politik tertentu,” ungkapnya, saat acara Pelantikan Ketua Umum HMI Jawa Barat di Gedung IK Universitad Padjadjaran, Jln. Dipati Ukur, Minggu (29/9).

Dikatakan Ali, proses pendidikan di kampus saat ini lebih berorientasi kepada pembentukan manusia yang invidualistik. Hal tersebut menimbulkan situasi dimana pemuda tidak begitu peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, perlu penataan kembali terhadap sistem pendidikan di kampus khususnya dalam mempertegas tridarma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Badan Koordinasi (Badko) HMI Jawa Barat sebagai organisasi pemuda pun harus terus berupaya melakukan pendekatan kepada seluruh mahasiswa dan pelajar untuk berperan aktif dalam kegiatan politik.

Ali mengaku saat ini Badko HMI Jawa Barat telah menyiapkan konsep serta langkah-langkah strategis untuk melakukan pembelajaran politik khususnya untuk generasi muda. “Salah satunya adalah dengan membentuk sebuah wadah untuk menghimpun semua potensi pelajar dan mahasiswa yang ada di Jawa Barat. Adapun bentuknya seperti apa,ini masih dalam proses pembahasan,” ucapnya.

Agen perubahan

Ali berharap mahasiswa sebagai agen perubahan mampu menyikapi berbagai isu politik yang berkembang saat ini. “Tentu saja pendidikan politik harus dimulai sejak usia dini. Minimal dalam menyikapi berbagai isu politik, khususnya dalam masalah pemberantasan korupsi,” pungkasnya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan peran pemuda harus mampu membawa perubahan untuk masyarakat. “Ada tiga aspek yang diharapkan dari masyarakat kepada mahasiswa, yaitu fisik, intelektual, dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat,” ucapnya saat menghadiri acara pelantikan.

Dengan daya intelektual serta kepedulian yang dimiliki pemuda tersebut, Ridwan berharap akan timbul perubahan yang realistis khususnya bagi masyarakat Bandung

Sumber : http://klik-galamedia.com