Kandungan Alkohol Miras “Maut” 96%

by -56 views

Kandungan Alkohol Miras “Maut” 96%

Jatinangorku.com – Minuman keras yang menyebabkan tewasnya tiga warga Kampung Kebon Kapas, Desa Waluya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, 12 Agustus lalu, diketahui dioplos dengan zat pewarna, perasa dan pengharum makanan, serta serbuk minuman energi. Korban tewas adalah Endang Suherman (25), Asep Andriana (40), dan Iwan Tajudin (33).

Hasil pemeriksaan sementara diketahui, kadar alkohol yang dikemas dalam botol bekas minuman mineral mencapai 96 persen. Satuan Narkoba Polres Bandung berhasil mengungkap dan menangkap pedagang miras oplosan, seorang perempuan bernama HS (41) yang berdomisili di Cicalengka.

Berdasarkan pengakuan tersangka, miras oplosan itu dibeli sudah dalam bentuk jadi dari seseorang di Kota Bandung. Sebelum Lebaran, suaminya SRG membeli 5 dus masing-masing berisi 24 botol miras. “Miras oplosan ini dibeli sudah jadi. Tidak saya oplos sendiri. Setiap dusnya dibeli Rp 190.000 yang dijual eceran Rp 12.500 per botol. Dari hasil penjualan miras oplosan dapat untung Rp 4.500 per botol,” kata HS di Mapolres Bandung, Kamis (22/8).

Dikatakannya, miras oplosan lebih banyak pembelinya ketimbang arak atau miras biasa. Dalam satu hari, perempuan yang mengaku sudah hampir satu tahun berdagang miras ini mampu menjual miras oplosan sampai 4 dus. Kebanyakan miras yang diracik secara sembarangan ini dijual hanya kepada orang tertentu yang telah dikenal.

SRG diburu

Kapolres Bandung, AKBP Kemas Ahmad Yamin melalui Kasat Narkoba Herdis Suhardiman mengatakan, tersangka HS dijerat dengan pasal 204 ayat 1 dan 2 juncto pasal 359 KUHP dan atau pasal 141 UU RI tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman kurungan 15 tahun penjara. Polisi masih memburu SRG, pedagang miras oplosan dari Kota Bandung yang sudah melarikan diri begitu mengetahui tiga warga Cicalengka tewas.

Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita 13 botol miras oplosan yang belum sempat dijual dan 94 botol arak. Untuk kasus ini polisi baru menetapkan HS sebagai tersangka. 

“Miras oplosan ini mengandung zat-zat berbahaya serta kandungan alkoholnya sangat tinggi mencapai 96 persen. Tapi polisi masih belum dapat memastikan apakah penyebab kematian tiga orang ini akibat miras oplosan ini atau bukan. Untuk memastikannya, kita menunggu hasil pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Sampel dari sisa miras oplosan ini sudah kami kirim, hasilnya baru diketahui sekitar satu minggu kemudian,” kata Herdis.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com