Kapolda Jabar: Jangan Bawa Isu SARA Pilgub DKI ke Pilgub Jabar

by -21 views

Kapolda Jawa Barat (Jabar) Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi (Pol) Anton Charliyan meminta semua pihak untuk tidak membawa isu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) dari Pilgub DKI Jakarta ke Jabar, saat gelaran Pilgub Jabar 2018.

“Masyarakat Jabar tidak usah ikut-ikutanlah. Dengan politik yang di luar Jabar, mari kita mengurus diri sendiri dulu. Karena mengurus (diri sendiri) juga belum tentu bisa maksimal,” ujar Kapolda saat bersilaturahmi dengan sejumlah ulama dan santri di Pondok Pesantren Al Muhajirin, Jalan Veteran Purwakarta, Kamis (6/4/2017).

Kekhawatiran melebarnya isu SARA seperti di Pilgub DKI ke Jabar kata dia terlalu berlebihan karena menurutnya, masyarakat Jabar memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat Jabar.

“Politik itu bukan masalah agama, coba saja lihat, yang berangkat ke Jakarta makin hari makin sedikit. Itu menandakan masyarakat Jabar cerdas. Tidak mudah terprovokasi. Moal kabawa sakaba-kaba (tidak akan terpengaruh hal-hal negatif). Isu SARA jangan dibawa kemana-mana, jangan dibawa ke Jabar,” kata dia.

Meski begitu, polisi menugaskan seluruh polres di Jabar untuk tetap siaga dan melakukan langkah preventif menanggulangi kemungkinan isu SARA merebak di Pilgub Jabar.

“Ini kunjungan ke pesantren dalam rangka silaturahmi khususnya antara polisi dengan para ulama. Karena ulama adalah salah satu tokoh masyarakat yang memiliki peran dan pengaruh besar di Jabar,” kata Kapolda.

Ia menilai, Jabar merupakan daerah religus sehingga ia menyambangi sejumlah pondok pesantren di Jabar. Sehari sebelumnya, ia menyambangi pesantren di Kabupaten Karawang. Pada kunjunganya di Purwakarta, ia juga menyambangi markas Kodim 0619 dan Pendopi Pemkab Purwakarta.

“Semuanya saya sentuh dan rangkul, tujuannya tidak ada maksud apapun hanya ingin silaturahmi. Termasuk soal keamanan dan kondusivitas di Jabar sebagai langkh preventif karena dengan mengunjungi para tokoh masyarakat merupakan salah satu langkah preventif,” ujarnya.